Jakarta, Nusantarapos – Google merayakan “Era YouTube” dalam gelaran YouTube Festival Indonesia tahun kedua, menyoroti peran YouTube sebagai platform yang mempertemukan budaya, koneksi, dan perdagangan di Indonesia.
Berdasarkan peringkat Kantar, YouTube merupakan platform video #1 yang paling banyak digunakan setiap hari di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sebanyak 95% penonton di Indonesia menyatakan YouTube sebagai platform yang paling mereka percaya, mengungguli TikTok, Facebook, dan Instagram.
Kepercayaan ini diperkuat oleh peran aktif para kreator di ekosistem YouTube, dari menikmati konten dalam berbagai format hingga mengambil keputusan untuk berbelanja serta mendorong pertumbuhan brand.
Veronica Utami, Country Director, Google Indonesia, mengatakan, “Kita sedang berada di era YouTube, menjangkau hampir 90% populasi online di Indonesia melalui berbagai layar, baik perangkat pribadi maupun TV di ruang keluarga. Ketika platform lain berlomba mengejar klik dalam feed yang hanya bertahan 24 jam, masyarakat Indonesia mengakses YouTube karena mereka melihat para kreator sebagai sumber informasi yang tepercaya. Dengan menggabungkan kekuatan storytelling kreator dengan Google AI, ekosistem YouTube menghadirkan solusi full funnel, menjangkau seluruh tahapan perjalanan konsumen, mulai dari membangun awareness hingga mendorong penjualan yang mengubah koneksi autentik dengan audiens menjadi pertumbuhan bisnis yang terukur,” ujarnya saat ditemui di Pasific Place, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dampak yang dihasilkan YouTube terus membentuk lanskap digital Indonesia melalui tiga aspek yang saling terhubung: budaya (culture), koneksi (connection), dan perdagangan (commerce).
YouTube telah menjadi platform utama di mana budaya Indonesia tercipta, dibagikan, dan dirayakan. Peran ini terlihat dalam berbagai minat dan komunitas, mulai dari antusiasme terhadap olahraga yang mempertemukan lebih dari 4,5 juta penonton secara bersamaan dalam livestream pertandingan Indonesia vs. Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 di kanal RANS Entertainment, hingga semakin dikenalnya identitas Indonesia di tingkat global yang tercermin dari peningkatan 41% jumlah penonton internasional Isyana Sarasvati, serta pesatnya pertumbuhan konten serial micro-drama.
Sejalan dengan perkembangan storytelling ini, YouTube secara resmi mengumumkan peluncuran Shorts Series di Indonesia. Fitur baru ini memungkinkan kreator mengatur video Shorts vertikal menjadi tayangan yang tersusun secara berurutan, sekaligus membuka ruang baru bagi brand untuk bekerja sama dengan kreator dalam menghadirkan konten hiburan yang melibatkan brand secara episodik dan organik.
Kepercayaan kuat terhadap YouTube dibangun melalui hubungan yang mendalam dan autentik antara kreator dan komunitasnya. Salah satu faktor yang memperkuat hubungan ini adalah konten yang jangka panjang: 40% dari total views sebuah video di YouTube diperoleh setelah satu bulan sejak konten tersebut tayang. Hal ini membuat integrasi kreator dan kampanye brand tetap relevan dan mudah ditemukan, sehingga dapat terus mendorong engagement selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun kemudian.
Untuk memanfaatkan pengaruh ini dengan lebih mudah, brand kini dapat menggunakan YouTube Creator Partnerships. Indonesia menjadi salah satu pasar pertama di dunia yang menguji coba Open Call, di mana brand bisa mengumpulkan berbagai ide storytelling dari kreator sesuai brief yang dibagikan secara langsung melalui YouTube Studio. Dengan demikian, kreator dapat mengajukan ide dan mengembangkan narasi kampanye secara bersama-sama. Brand kemudian dapat memperluas jangkauan konten tersebut melalui Creator Partnerships Boost (CPB)—sebelumnya dikenal sebagai Partnership Ads—yang mengubah video organik dari kreator menjadi iklan berbayar berperforma tinggi dengan dukungan Google AI.
Karena kepercayaan yang kuat terhadap kreator, YouTube menjadi salah satu tempat yang dituju audiens ketika mereka ingin melakukan pembelian. Melalui Commerce Media Network (CMN), audiens yang melihat iklan di YouTube melalui perangkat seluler maupun Connected TV (CTV) dapat langsung menuju halaman checkout di marketplace, sehingga perjalanan dari menemukan produk hingga melakukan pembelian menjadi lebih mudah. Di sisi lain, marketplace dan brand dapat memanfaatkan data belanja secara real-time, seperti produk yang sedang dicari atau ditambahkan ke keranjang, untuk menayangkan iklan yang lebih relevan dan tepat sasaran kepada audiens saat mereka menonton YouTube.
Kemampuan full funnel ini didukung oleh tingginya kepercayaan konsumen, dengan 90% penonton menyatakan bahwa YouTube membantu mereka lebih yakin dalam mengambil keputusan belanja.
Kepercayaan ini juga tercermin dalam kinerja bisnis, di mana ROI YouTube di Indonesia 1,44 kali lebih tinggi dibandingkan Paid Social dan 1,51 kali lebih tinggi dibandingkan Linear TV. Di waktu yang sama, program YouTube Shopping Affiliate telah bekerja sama dengan empat mitra utama di Indonesia: Shopee, Blibli, Lazada, dan Zalora. Para kreator lokal juga telah menambahkan tag produk ke lebih dari 11 juta video, menunjukkan bagaimana content dan commerce semakin terhubung di YouTube.
YouTube Festival 2026 ditutup dengan pengumuman pemenang YouTube Works Awards Southeast Asia 2026, yang memberikan apresiasi kepada brand dan agensi dalam menghadirkan kampanye iklan paling inovatif, kreatif, dan efektif di YouTube untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang terukur di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, lebih dari 760 submissions turut meramaikan YouTube Works Awards, mencerminkan tingginya antusiasme brand dan agensi di Asia Tenggara dalam menghadirkan kampanye yang kreatif dan berdampak melalui YouTube.


