TUBAN – Nusantarapos.co.id- Dunia pendidikan Islam di Kabupaten Tuban memasuki babak baru dengan diluncurkannya Institute Kiai Haji Abdul Matin (INKAMA) Sunan Bejagung Tuban. Kehadiran perguruan tinggi ini menjadi ikhtiar untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi, sekaligus mempertahankan pesantren sebagai ruang pembentukan karakter, moral, dan tradisi keilmuan.
Peluncuran INKAMA berlangsung bersamaan dengan Wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung serta Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan peran pesantren dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung KH Abdul Matin Djawahir, Ketua Yayasan Sullamul Hadi.,S.Ag., S.H., M.H., Rektor INKAMA Dr. K. Muammar Najib, S.Pd.I., M.Pd., Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Bahtsul Bafaqih Firjaun Barlaman, serta Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) Dr. KH Nur Hannan, Lc., M.H.I.
Bagi INKAMA, pendirian perguruan tinggi bukan sekadar menambah pilihan lembaga pendidikan bagi masyarakat. Lebih dari itu, langkah ini merupakan upaya menghadirkan ruang akademik yang mampu mempertemukan kekayaan tradisi pesantren dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat modern.
Rektor INKAMA, Dr. K. Muammar Najib, S.Pd.I., M.Pd., memandang kehadiran kampus ini sebagai bagian dari ikhtiar membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, terutama bagi kalangan santri, tanpa menutup kesempatan bagi masyarakat umum.
Pendidikan tinggi berbasis pesantren diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat.
Hal ini menjadikan pengembangan intelektualitas dapat berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Pada tahap awal pengembangannya, INKAMA Tuban menghadirkan empat program studi, yaitu S-1 Pendidikan Agama Islam, S-1 Manajemen Pendidikan Islam, S-1 Hukum Tata Negara, dan S-1 Ekonomi Syariah. Kehadiran program-program studi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Prosesi launching INKAMA ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung KH Abdul Matin Djawahir.
Momentum tersebut mempertegas bahwa pesantren memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang terbuka terhadap kemajuan zaman, tanpa harus melepaskan akar tradisi dan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.
Mengintegrasikan Ilmu, Akhlak, dan Pengabdian
Tantangan pendidikan masa kini menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Dalam konteks ini, pesantren memiliki modal penting berupa tradisi keilmuan, pembiasaan akhlak, kedisiplinan, dan keteladanan para ulama. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun pendidikan tinggi yang tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berkarakter.
INKAMA Tuban diharapkan mampu mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan penguatan moral dan spiritual. Lulusannya diharapkan memiliki kemampuan profesional, wawasan luas, serta kesadaran untuk mengabdikan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat.
Kehadiran INKAMA sekaligus membuka peluang bagi pesantren untuk memperluas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia. Pesantren tidak hanya berperan dalam menjaga keberlanjutan pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya pemikiran, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tinggi berbasis pesantren tidak hanya diukur dari perkembangan institusi atau capaian akademiknya. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuannya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kepedulian sosial.
Dengan semangat tersebut, INKAMA Tuban diharapkan tumbuh menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Tuban. Sebuah ikhtiar untuk membuktikan bahwa kemajuan akademik dan kelestarian tradisi pesantren bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan untuk menyiapkan generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.


