FILM  

Film Beautiful Pain Suarakan Kekuatan Wanita, Tayang Mulai 22 Oktober

Foto: dok. Goodwork

Jakarta, Nusantarapos — Film Beautiful Pain adalah hasil kolaborasi rumah produksi Dapur Film bersama produser Hanung Bramantyo dan debut Executive Producer Nikita Mirzani.

Film garapan sutradara Dmaz Brodjonegoro ini dibintangi Raihaanun (Niken), Baim Wong (Dirga), Tarra Budiman (Randy), Anantya Kirana (Naia), Evano Zyan (Dio), Jajang C. Noer (Rahmania), Dimas Aditya (Gerry), Siti Fauziah (Sekarsari), Berlliana Lovel (Diana), dan Anastasia Herzigova (Jane).

Beautiful Pain menceritakan pergulatan batin karakter Niken (Raihaanun) sebagai cerminan realitas pahit yang dihadapi banyak perempuan di Indonesia. Niken mengambil keputusan paling berisiko dalam hidupnya: memutus rantai rumah tangga toxic bersama suaminya, Dirga (Baim Wong), demi menyelamatkan kesehatan mental dan masa depan kedua buah hatinya. Ia rela meninggalkan seluruh kenyamanan materi, menelan harga diri untuk kembali ke rumah
sang ibu, dan memungut serpihan hidupnya dari titik nol dalam kesederhanaan.

Namun, ujian pasca-perceraian ternyata jauh lebih kejam. Saat berikhtiar mencari nafkah
mandiri dan memperjuangkan hak asuh anak-anaknya, Niken justru dihadapkan pada teror
pelecehan seksual dan fitnah keji. Bukannya mendapat perlindungan, lingkungan sekitar justru kerap memojokkan, meragukan integritasnya, dan menuntutnya untuk bungkam demi menjaga “nama baik”.

Di titik nadir inilah Niken menolak untuk terus menjadi korban. Ia memilih jalan tersulit: memecah keheningan, bersuara lantang (speak up), dan bertarung melawan stigma demi mempertahankan martabat diri serta hak anak-anaknya.

Langkah berani mengangkat tabu pelecehan dan perceraian ini sekaligus menandai debut
penyutradaraan layar lebar bagi Dmaz Brodjonegoro. Mengembangkan naskah bersama Titien Wattimena, Dmaz menegaskan bahwa sinema harus berpihak pada korban.

“Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita. Bagaimana perempuan sering kali tidak punya ruang aman untuk bersuara saat disakiti, dan betapa beratnya beban seorang ibu yang berjuang sendirian. Saya harap kita semua bisa berusaha untuk menjadi orang yang lebih berempati dan lebih baik setelah menonton Beautiful Pain,” kata Dmaz di saat Gala Premiere Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Sebagai pemeran utama, aktris peraih Piala Citra Raihaanun tak kuasa menahan haru saat membagikan beban emosional yang ia pikul selama menyelami jiwa Niken.

“Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic. Tapi yang paling menyakitkan adalah ketika seorang perempuan sudah berusaha bangkit, ia malah kembali diuji dengan pelecehan dan fitnah di saat orang sekitar justru menyalahkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Producer Nikita Mirzani turut menitipkan pesan khusus melalui video. Dia menegaskan sikap pantang menyerah bagi seluruh perempuan.

“Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini adalah film tentang semua wanita Indonesia, yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” jelasnya.

Mengusung pesan moral “Fight the Trauma”, film Beautiful Pain siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.