Jakarta, Nusantarapos – Kolaborasi lintas generasi ini menghadirkan interpretasi baru dari lagu yang pernah dibawakan Kahitna, lengkap dengan video musik yang mempertemukan dua dekade melalui kehadiran kembali Tora Sudiro dan dibintangi Davina Karamoy.
Wijaya80 menghadirkan interpretasi baru dari Cinta Sudah Lewat, lagu ciptaan Yovie Widianto yang sebelumnya dibawakan Kahitna pada 2003 dan menjadi salah satu hits grup musik tersebut. Dalam rilisan ini, Wijaya80 memadukan karakter musik khas mereka dengan nuansa nostalgia dan menghadirkan perspektif baru tanpa menghilangkan esensi dari karya aslinya.
Kesempatan membawakan ulang Cinta Sudah Lewat bermula dari penampilan Wijaya80 di konser Miliaran Cinta pada 2025 lalu, dan menuai banyak reaksi positif dari publik di jagat media sosial TikTok dan Instagram, hingga berlanjut menjadi kolaborasi langsung bersama Yovie Widianto.
Sebagai produser, Erikson mengakui bahwa mengaransemen ulang lagu yang telah dikenal luas menjadi tantangan tersendiri. Ia ingin menghadirkan karakter Wijaya80 tanpa menghilangkan identitas musik yang telah melekat pada lagu tersebut.
“Sempat meragukan diri sendiri, apakah ketika diaransemen ulang lagunya akan berubah. Tapi kita harus percaya sama diri sendiri dan gaya musik kita. Mas Yovie juga mempercayakan lagu ini untuk kita bawakan, dan untungnya beliau suka,” ujar Erikson melalui Keterangan Resmi, Sabtu (7/11/2026).
Dalam proses aransemen, Wijaya80 mempertahankan nuansa piano retro yang mengingatkan pada versi sebelumnya, lalu memadukannya dengan elemen suara dan pendekatan produksi yang lebih modern. Tantangannya, menurut Hezky, adalah memasukkan karakter musik Wijaya80 tanpa mengubah kekuatan melodi dan lirik yang menjadi identitas Cinta Sudah Lewat.
Bagi Hezky, kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang sederhana, tetapi mampu menyampaikan emosi yang mendalam. “Bagian ‘Tanpamu cinta tak berarti, cinta sudah lewat’ itu gila sih menurut gue. Kita mungkin bisa menulis kalimat itu sebagai kalimat biasa, tapi untuk membuatnya menjadi sebuah lagu, dibutuhkan kedalaman hati,” ungkapnya.
Yovie Widianto pun melihat kecocokan antara karakter musik Wijaya80 dan jiwa lagu tersebut. Perpaduan gaya musik era 80an dengan sentuhan kekinian menjadi salah satu alasan ia menilai Wijaya80 sebagai pilihan yang tepat untuk membawakan ulang karyanya.
“Mereka benar-benar punya gaya musik tahun 80-an dengan sentuhan kekinian. Jadi, pas banget. Mereka punya karakter, warna, dan style yang teguh pada konsepnya. Buat saya, sebuah grup yang punya sikap itu penting untuk musik,” tutur Yovie.
Selain aransemen baru, Wijaya80 turut menghadirkan interpretasi visual melalui video musik yang menghubungkan versi terdahulu dengan masa kini. Terinspirasi dari video musik Cinta Sudah Lewat yang dibintangi Tora Sudiro, konsep terbaru ini menghadirkan kembali Tora Sudiro bersama Davina Karamoy. Salah satu detail yang menarik adalah busana Tora yang serupa dengan penampilannya lebih dari dua dekade lalu, menjadi penghubung visual bagi pendengar yang mengingat versi sebelumnya.
“Dengan kehadiran Tora Sudiro, video musik ini seperti memiliki bookend yang menghubungkan zaman dulu sampai sekarang. Apalagi beliau memakai baju yang sama seperti lebih dari 20 tahun lalu. Kalau ada penggemar Kahitna yang menyadarinya, pasti akan menarik,” kata Ardhito.
Melalui rilisan ini, Wijaya80 berharap Cinta Sudah Lewat dapat menjangkau pendengar lintas generasi, baik mereka yang telah mengenal versi Kahitna maupun pendengar baru.


