DAERAH  

Keluarga Almarhum Landik Kecewa Hasil Keputusan Pihak RS Bhakti Darma Husada

SURABAYA, NUSANTARAPOS,- Warga Tubanan Lama Kelurahan Karangpoh Kecamatan Tandes mendatangi RS. Bhakti Darma Husada (BDH) Surabaya Jl. Kendung Benowo karena tidak menerima kalau warganya meninggal karena dugaan Covid-19 yang akan di makamkan secara protokol di TPU Babat Jerawat.

Warga yang meninggal dunia  di duga terpapar covid-19 Landik (54) warga Tubanan RT: 04 RW: 09 meninggal pagi sekitar 07.00 WIB, menurut informasi yang di terima dari pihak  RS jenasah di duga karena covid-19 dan harus di makamkan sesuai protokol kesehatan di TPU Babat Jerawat.

Pihak keluarga tidak menerima keputusan tersebut dan berusaha bernegoisasi dengan pihak RS agar jenasah bisa di makamkan di pemakaman islam di daerah Tubanan.

Dari hasil dari musyawarah, pihak keluarga bersedia jenasah di makamkan sesuai protokol kesehatan asalkan di makamkan di pemakaman islam Tubanan karena warga tidak keberatan jenasa di makamkan di makam tersebut bukan di TPU Babat Jerawat.

Dari proses meditasi yang cukup panjang antara pihak keluarga dan RS hingga sampai pukul 23.28 WIB dengan hasil final jenasah tetap di makamkan secara protokol kesehatan TPU Babat Jerawat. “Walaupun dengan berat dan rasa kecewa pihak keluarga tetap mengikuti prosedur RS dengan mempertimbangkan jenasah agar supaya cepat bisa di makamkan,”  kata agus yang merupakan anak almarhum, Selasa (25/8/20).

Keluarga Landikpun hanya bisa menunggu hasil keputusan tes dari pihak rumah sakit apakah nanti jenasah ayahnya negative Covit-19. Jika hasilnya negatif maka jenasah akan dipindahkan ke pemakaman Islam Tubanan. (AGS)