TRENGGALEK,NUSANTARAPOS, – Efisiensi anggaran ditengah wabah Covid-19 terus di dengungkan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Trengggalek. DPRD menilai bahwa dalam pelaksanaannya, eksekutif masih belum mampu melakukan efisiensi anggaran.
Hal itu disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek Samsul Anam usai menggelar rapat bersama komisi-komisi dalam penyampaian hasil rapat bersama OPD dan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Dua agenda dalam rapat kali ini telah terselesaikan, selanjutnya kita minta eksekutif untuk melaksanakan beberapa saran dari DPRD,” kata Samsul, Sabtu (11/9/2021).
Disampaikan Samsul, dalam rapat kali ini DPRD mengagendakan dua agenda, pertama rapat Banggar bersama Komisi-komisi untuk mendengar laporan Komisi dari hasil rapat bersama OPD mitra tentang pembahasan KUA PPAS APBD perubahan yang masih perlu penyikapan.
Kedua rapat Badan Anggaran bersama TAPD, untuk menyampaikan hasil laporan dari Komisi dalam rangka merumuskan kebijakan pada APBD perubahan 2021 ini.
“Usulan dari komisi ini lebih ke arah efisiensi anggaran sebab masih terserap 40 persen, jadi keniscayaan efisien harus dilakukan,” katanya.
Samsul juga menuturkan, pos anggaran pada Bos madin yang sempat mengalami penurunan karena ada refocusing diminta agar diluncurkan kembali.
Mengingat saat ini kondisi tengah menuju masa pemulihan ekonomi, maka ini harus dilakukan untuk melaksanakan upaya pemberian stimulus atau rangsangan agar Bos madin kembali maksimalkan.
“Juga ada pernyataan TPP yang sudah ada payung hukum itu nanti akan ada efisiensi juga, misal honor yang melekat pada pegawai,” terang Samsul.
Terkait TPP atau tunjangan tambahan pegawai nanti akan dilakukan dengan menyentuh hati nurani mengingat harus kondisi maaih seperti ini, dengan adanya koreksi anggaran semua harus prihatin dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Dengan terkoreksi tiga kali di refocusing, nanti akan terkoreksi dan bergeser sehingga perlu peraturan daerah agar berjalan kembali. Nanti DPRD akan menyerahkan itu semua dalam penguatan regulasi pada eksekutif.
“Intinya efisien akan dilakukan pada segala sektor, program prioritas akan menjadi fokus pada pelaksanaan kegiatan,” pungkasnya. (RUDY)

