TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Muhamad Rizal melaksanakan pengisian awal air atau impounding bendungan tugu pada Selasa (21/9/2021).
Pekerjaan bendungan tugu yang dilaksanakan mulai tahun 2014 dan direncanakan akan diresmikan pada bulan November tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1,8 trilliun.
Proses impounding dilakukan secara simbolis oleh Kepala BBWS dan Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin beserta dengan menekan tombol sirene. Acara tersebut juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.
“Setelah penantian yang cukup lama, tahapan pembangunan nendungan tugu akhirnya hampir tuntas,” kata Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin.
Gus Ipin menyampaikan tidak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak termasuk para bupati pendahulu, sehingga salah satu proyek strategis nasional itu bisa diselesaikan pembangunannya.
Bendungan Tugu merupakan kerja estafet dari berbagai pihak. Dengan pengisian awal air pada bendungan tugu, pihaknya berharap bangunan ini bisa segera diselesaikan sehingga segala fungsi dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Seperti halnya fungsi irigasi maupun pengendali banjir,” ujarnya.
Menurut Gus Ipin, Trenggalek ini sangat unik, bila musim kemarau berpotensi kekeringan dan banjir bila musim penghujan berkepanjangan. Keberadaan bendungan, diharapkan mampu menjawab permasalahan iklim yang terjadi di Trenggalek.
Dalam kesempatan pengisian bendungan ini, Bupati Arifin juga meminta doa restu proses pembangunan bendungan bagong semoga berjalan lancar dan dapat melampaui segala kendala yang dihadapi.
Senada disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Muhamad Rizal, pihaknya menuturkan pengisian awal air ini tentunya agar dapat segera difungsikan.
Satu tahapan akan kita mulai hari ini, pengisian Bendungan Tugu yang rencananya akan diresmikan Bulan November nanti. Dengan mampu menampung 9,5 juta m³ air dan memiliki banyak berfungsi.
“Diantaranya reduksi banjir, sarana irigasi, suplai air baku, pembangkit listrik dan beberapa fungsi lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya juga menambahkan, rencananya akan dibangun 3 bendungan di Trenggalek, yakni Tugu, Bagong dan Kampak. Saat ini pembangunan Bendungan Tugu hampir mencapai tahap akhir dan Bendungan Bagong tengah berproses.
Dirinya juga meminta dukungan yang sama dari para pihak, sehingga bendungan Bagong juga bisa diselesaikan dengan baik dan kita menginjak pada pembangunan Bendungan Kampak.

