50 Laman Situs Pemkab Trenggalek Diserang Hacker

Jepretan layar situs milik Pemkab Trenggalek yang diserang hacker

TRENGGGALEK,NUSANTARAPOS, – Sebanyak 50 laman situs resmi milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek diretas, dari pantauan wartawan Nusantarapos.co.id peretasan laman situs terjadi Senin malam (11/4) sekitar pukul 24.00 WIB.

Dalam laman tersebut, peretas menyebut dirinya sebagai “Anon7”, bahkan peretas menyertakan alamat surat elektronik [email protected] Peretas juga menempatkan gambar pada laman situs yang diretas bergambar masa pendemo.

Menanggapi peretasan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Trenggalek Edief Hayunan Siswanto menyampaikan ada sekitar 50 laman situs resmi yang diretas.

Menurutnya, jumlah tersebut berdasar dari pantauan tim. Untuk mengatasi peretasan tersebut, saat ini team trenggalekkab CSIRT sedang memulihkan sekaligus mentracing asal hacker.

“Kami masih mengupayakan proses pemulihan, semoga apa yang dilakukan tim bisa berbuah hasil dan website tersebut bisa kembali pulih,” harapnya.

Edief menerangkan tidak bisa memprediksi kapan website tersebut bisa pulih, berdasarkan pengamatan sementara hacker yang meretas laman situs tersebut menyerang Domain Name System (DNS).

Dari analisa itu tim masih mencari cara guna mengatasinya. Untuk domain masih aman, hanya pada DNS itu yang di tracing. Selain upaya tim, Diskominfo juga telah melakukan koordinasi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Informasi yang saya terima, serangan tersebut bukan hanya terjadi pada website di Trenggalek tetapi juga di beberapa daerah lain,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Edief berupaya kedepan sistem keamanan akan terus diperbaiki guna meminimalisir hal tersebut. Selain itu, kendati ada serangan hacker, hal tersebut tidak mengganggu jalannya pelayanan yang dilakukan.

Sebab serangan dilakukan khususnya pada website yang berguna untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan, sedangkan laman untuk kinerja para pegawai saat ini masih aman.

Bahkan kegiatan secara offline tetap dilakukan, namun hanya publikasinya yang belum bisa dilakukan. “Semoga saja perbaikan itu bisa secepatnya kami lakukan, agar semua kegiatan berjalan normal,” pungkasnya.

Editor: RUDI