DAERAH  

Kemensos Miliki Program Permakanan, Jadi Idola Lansia di Lampung Selatan

Lamsel, Nusantarapos – Program permakanan bagi Lanjut Usia (Lansia) tunggal yang dicanangkan Kementerian Sosial telah berjalan hampir satu minggu di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Program permakanan ini dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas).yang beranggotakan dari berbagai unsur lapisan masyarakat.

Baru beberapa hari berjalan, program permakanan ini mendapat sambutan hangat dan langsung menjadi idola bagi para lansia tunggal yang mendambakan perhatian dan kesejahteraan di masa tuanya.

Program permakanan ini diberikan selama 30 hari sebanyak dua paket makanan perhari untuk satu lansia tunggal. Yang menjadi keresahan dari pengantar makanan ini adalah setelah 30 hari para lansia tidak mendapatkan bantuan permakanan lagi akan menimbulkan pertanyaan kepada Pokmas.

“Saya khawatir, bingung jawabnya mbak, kalau mereka (lansia) bertanya-tanya kok gak datang lagi di hari ke-31,” kalimat itu dilontarkan Danang, ketua Pokmas Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, saat menceritakan keresahannya dalam menjalankan program permakanan di daerahnya.

Dimulai dari pukul 03.00 pagi, Danang dan kelompok masyarakat (pokmas) yang beranggotakan 10 orang ini setiap harinya menyiapkan 214 porsi makanan yang akan dibagikan untuk 107 lansia tunggal.

Para anggota Pokmas bukanlah orang yang tidak punya kesibukan, sang ketua berprofesi sebagai honorer di Perpajakan Daerah, ada yang berprofesi sebagai Tenaga Pendidik, Bidan, Penyuluh Perikanan hingga Petani.

Walaupun mengurangi waktu istirahat mereka, para anggota pokmas tetap semangat dan saling mendukung karena setelah selesai menjalankan tugas permakanan mereka harus menjalankan profesinya.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan kita untuk beramal dan bermanfaat bagi orang lain”, ungkap Danang

Ketua Pokmas Kecamatan Palas ini juga tidak menampik, bahwa program permakanan yang sedang dijalankan sangat memberikan manfaat bagi para lansia di wilayah tersebut.

“Keprihatinan dan kesedihan mereka saat melihat masih banyak lansia yang mengandalkan bantuan makanan dari orang sekitar”, kata Danang mengungkapkan alasannya mau menjadi Ketua Pokmas.

Walaupun belum lama berjalan, tidak sedikit lansia yang menunggu kedatangan mereka tiap hari. “Ada seorang lansia yang tinggal sendiri. Waktu pertama kali datang mengantarkan makan saya tanya, masak apa mbah? Dia jawab gak ada apa-apa, cuma ngerebus air putih saja”, cerita Danang mengenang ketika bertemu denga para Lansia.

Hari berikutnya, lanjutnya dia pikir makanan ini dari hajatan. Sampai hari kelima, saya lihat dia sudah nunggu di depan rumah. Belum makan, nungguin saya datang.

“Disitu saya sedih, bangga, terharu, dengan mengantarkan makanan ini, ternyata saya bisa bermanfaat bagi orang lain lewat waktu dan tenaga.”, ungkap Danang sambil berkaca-kaca.

Proses pengantaran makanan juga tidak terlalu sulit, asal sudah terbiasa dan paham area lokasinya. Namun, lain halnya jika hujan, dalam mengakses titik lokasi harus berjalan kaki sepanjang 2-3 km agar makanan dapat tetap aman sampai tujuan. Hal ini dikarenakan jalan yang biasa dilalui tidak bisa dilewati dengan kendaraan.  

Pokmas Desa Palas berharap, program ini bisa terus berjalan, tidak hanya 30 hari. Mereka optimis, banyak yang akan terbantu melalui program ini, dengan begitu, para lansia dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dasar dan layak setiap harinya melalui bantuan program permakanan.

“Jangan sampai ada waktu sehari aja terpotong tidak ada permakanan. Semakin lama kita bergerak, semakin sengsara mereka (lansia) nantinya”, ujar Danang.(Rizky)