Kadin DKI Jakarta Berharap Capres Terpilih Bisa Lebih Perhatikan Ekonomi Daerah

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana Dialog Bersama Capres, Diana Dewi sedang menyampaikan keinginan Kadin di daerah.

Jakarta, NUSANTARAPOS.CO.ID -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta berharap, presiden yang terpilih nanti memperhatikan kebijakan ekonomi di daerah. Dijelaskan, kebijakan di daerah sering berbeda dengan kebijakan di pemerintah pusat.

Dampaknya, pembangunan menjadi tidak merata. “Ini sangat mengganggu sekali, Indonesia tidak akan besar kalau tidak didukung perekonomian daerah,” ujar Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Dirinya pun menuturkan, pembangunan di DKI Jakarta yang lebih pesat dibandingkan dengan pembangunan di daerah. Menurutnya, pembangunan di DKI Jakarta yang mampu membuat pelaku usaha memiliki daya saing global dan talenta unggul juga perlu diimplementasikan pada pembangunan di daerah.

Maka, dunia usaha di daerah juga dapat turut mendorong pembangunan Visi Indonesia Emas 2045. “Harapannya para capres memperhatikan pembangunan kota sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi. Jadi, visi pembangunan dengan sudut pandang pemerataan di kota dan kabupaten harus digarisbawahi,” jelas Ketua Pelaksana Dialog Bersama Capres itu.

Perlu diketahui, Kadin Indonesia menggandeng Kadin DKI Jakarta akan menggelar Dialog Bersama Capres di Jakarta, besok, Kamis (11/1/2024). Diana menjelaskan, dialog itu dirancang guna menjembatani kebutuhan para pengusaha di tingkat daerah dengan calon pemimpin negara.

“Kadin mendorong agar dunia usaha dapat memiliki daya saing global. Khususnya melalui inisiatif pembangunan agar kota atau daerah di Indonesia dapat berdaya saing global,” kata dia.

Dalam konteks itu, lanjutnya, Kadin DKI Jakarta turut memberikan masukan dan pandangan dunia usaha perkotaan yang dapat digunakan oleh para Capres. Disebutkan, Kadin Daerah yang berada di 34 provinsi dan 518 kabupaten/kota berkontribusi serta ingin menyaksikan langsung peran strategis Kadin pada visi dan misi Capres.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya Bakrie menambahkan, dialog tersebut menunjukkan komitmen Kadin sebagai organisasi yang mewadahi dunia usaha Indonesia agar selalu menghadirkan ruang dialog inklusif yang mewakili berbagai sektor dan kepentingan dalam masyarakat.

“Itu merupakan salah satu bukti sikap Kadin Indonesia yang mendukung proses demokrasi dan menjalankan tugas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Rencananya, ketiga Capres bakal hadir dalam dialog tersebut. Kadin Indonesia pun telah membuat peta jalan (roadmap) yang menjadi panduan bagi dunia usaha dan pemerintah untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Peta jalan yang dibuat Kadin Indonesia menekankan pada empat pilar, yaitu ketahanan pangan dan kesehatan, kesejahteraan, inklusivitas, serta keberlanjutan.

Di tempat yang sama

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Ketua Umum Kadin Indonesia, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan baik dari luar maupun dalam negeri. Adanya potensi perlambatan ekonomi dan kenaikan inflasi global, hingga perubahan iklim ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara tantangan dari dalam negeri berkaitan untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam perhelatan pemilihan umum 2024 agar tercipta iklim usaha yang kondusif.

“Pemilu tahun 2024 merupakan momentum penting bagi pelaku usaha, bisnis, dan investasi di Indonesia. Melalui dialog Capres bersama Kadin, dunia usaha menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan transisi kepemimpinan yang damai, mengingat tantangan perekonomian dari dalam dan luar negeri turut mempengaruhi target pertumbuhan perekonomian, bahkan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, visi, misi, maupun program ekonomi yang ditawarkan para Capres diharapkan oleh dunia usaha dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan bisnis serta sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Yukki.

Yukki melanjutkan, Kadin berharap Pemilu 2024 berlangsung secara adil, jujur dan damai sehingga stabilitas nasional terjaga dan kondusif. Melalui acara dialog capres ini Kadin Indonesia juga ingin menyatakan komitmennya sebagai organisasi dunia usaha yang netral serta inklusif, dimana dialog yang terlaksana ini melibatkan berbagai asosiasi industri lintas sektor, perusahaan anggota, dan para pengusaha daerah.

“Kadin senantiasa berkomitmen untuk menjaga netralitas, fokus pada pertumbuhan ekonomi, serta stabilitas politik jangka panjang. Karena itu, Kadin juga berupaya melibatkan berbagai asosiasi industri dan perusahaan anggota, juga peran penting pengusaha daerah melalui Kadin Daerah, untuk memastikan keberagaman pandangan dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,”pungkasnya.

 

Penulis: HariEditor: Hari