banner 970x250
DAERAH  

Desa Klesem Mulai Tembus Pasar Nasional dengan Gula Merah non Kimia, Perlu Sentuhan Pembangunan Jalan yang Layak

Kepala Desa Klesem M. Mangsuri

PACITAN,NUSANTARAPOS,-  Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, dalam membuat gula merah dari kelapa ini, kembali menggunakan sistem lama, karena dengan sistem tersebut gula merah tanpa mengandung zat kimia.

Terobosan ini, menurut Kepala Desa Klesem, Muhammad Mangsuri sangat menguntungkan, apalagi dalam penjualannya sudah dibantu oleh PT Bening. “Itu kan produksi gula kelapa memang sudah menjadi tradisi kultural bagi warga Klesem sejak nenek moyang. Artinya perekonomian ini sangat ditunjang dengan ini. Untuk menghidupi kebutuhan keluarga, 80 persen semuanya memproduksi. Jadi semakin berkembang,” kata Kades, Rabu (19/6/24).

Lebih lanjut, gagasan Kades Klesem ini, gula merah tanpa zat kimia ini dinilai dapat meningkatkan kualitas gula itu sendiri yang nantinya berdampak pada harga yang lebih tinggi serta menembus pasar nasional dan bahkan juga pasar internasional. “Jadi disamping kita juga meningkatkan kualitas produk itu, yang lebih penting lagi adalah untuk menunjang ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Meski saat ini per rumah hanya menghasilkan sekitar 4 sampai 6 kilo per hari, namun hal ini sangat diperhatikan kualitasnya oleh PT Bening mengenai kandungan yang ada dalam gula merah tersebut, apakah ada zat kimia atau tidak, mereka sudah sangat berkompeten. “Mereka dapat mendeteksi apa yang terkandung dalam gula tersebut. Tak hanya itu, sistem deresnya pun juga didampingi oleh pihak PT.,” terangnya.

Selanjutnya, mengenai gula mereh tanpa zat kimia ini, kepala desa memiliki target ke depan tingkat peremajaan pohon kelapa di Desa Klesem ini dapat termotivasi juga karena masyarakat ingin kembali ke metode lama yang hasilnya lebih baik.

Oleh karena itu Kepala desa Klesem berharap, dari pihak pemerintah terutama dari pemerintah daerah ada pendampingan yang lebih tidak sekedar organik saja, namun dengan inovasi-inovasi baru dapat ditemukan. Apalagi saat ini warga Desa Klesem, untuk satu kali peremajaan memerlukan antara 3000 sampai 4000 bibit. Harapan mereka, pemerintah melalui dinas terkait memberikan bibit kepada masyarakat, sehingga ke depan potensi di Desa Klesem tidak hanya hasil laut saja, namun juga hasil gula merah.

Begitu juga dalam menunjang lancarnya penjualan potensi yang ada di Desa Klesem tak lepas dengan adanya infrastruktur jalan, dimana jalan yang semula menjadi jalan poros desa yang sekarang menjadi jalan kabupaten satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dari ujung desa ke ujung yang semuanya menggunakan jalan tersebut, tentu memerlukan sentuhan pembenahan jalan kabupaten yang hingga saat ini masih banyak yang rusak. (JOKO)