KEDIRI,NUSANTARAPOS, – Komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kediri melalui kegiatan “Gerakan Kediri Berbudaya Asri” yang digelar di kawasan Simpang Lima Gumul, Jumat (17/4/2026).
Dinas lingkungan hidup kabupaten Kediri mengelar kegiatan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta masyarakat umum dalam upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat.

Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias mengikuti senam bersama yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat dari kekompakan peserta dalam mengikuti setiap gerakan, mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang melibatkan anggota Paskibra dan ASN. Momen ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi dalam mendukung gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
Aksi nyata diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih di area sekitar lokasi. Para peserta secara gotong royong memungut dan memilah sampah guna menjaga kebersihan kawasan publik. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Kediri terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi memiliki tujuan edukatif yang kuat. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, membiasakan memilah sampah, serta memahami dampak buruk sampah terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerbitkan peraturan bupati mengenai pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kebijakan tersebut bertujuan menekan jumlah sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi merusak lingkungan.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri yang menjadi program nasional, sekaligus tindak lanjut dari arahan Presiden, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Lingkungan Hidup. Di tingkat daerah, gerakan ini diwujudkan melalui program rutin Kediri Berbudaya Asri dan Bersih.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan secara berkala. Setiap hari Selasa, seluruh instansi melaksanakan aksi bersih-bersih selama kurang lebih 30 menit di lingkungan kerja masing-masing. Sementara pada hari Jumat, kegiatan difokuskan di ruang terbuka atau fasilitas publik dan kerap dipadukan dengan aktivitas seperti senam pagi bersama.
Program ini juga terintegrasi dengan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyesuaian sistem kerja seperti Work From Anywhere (WFA), sehingga tetap mendorong produktivitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan mengusung slogan “Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Lestari Kediri Kita”, gerakan ini diharapkan mampu menanamkan budaya hidup bersih sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat. Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menggalakkan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara ASN, generasi muda, dan masyarakat, Gerakan Kediri Berbudaya Asri menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

