DPRD Sidoarjo : Gali Sejarah Lewat Komik, Cara Baru Genjot Minat Baca Anak Sidoarjo

SIDOARJO, NUSANTARAPOS, (11/5/2026) – Di tengah derasnya arus gawai dan konten digital, upaya menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak Kabupaten Sidoarjo kini dikemas dengan pendekatan yang jauh lebih segar dan menarik. Tak lagi terbatas pada kebiasaan duduk diam di rak buku, mereka justru diajak menelusuri serta menghidupkan kembali jejak sejarah dan kekayaan budaya daerah lewat karya komik yang penuh imajinasi dan warna.

Terobosan ini menjadi wajah baru gerakan literasi lokal yang ingin mendekatkan dunia tulis-baca dengan selera generasi muda. Lewat rangkaian gambar dan alur cerita yang ringan, anak-anak tak sekadar mengasah kemampuan membaca dan merangkai kata. Lebih dari itu, mereka diajak mengenal identitas asal, kisah masa lalu, seni tradisi, serta dongeng-dongeng turun-temurun yang mulai jarang didengar.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Zahlul Yussar, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah untuk terus mendongkrak mutu literasi. Menurutnya, media komik dipilih karena terbukti jadi jembatan paling pas bagi dunia anak memberikan ruang bebas bagi mereka meluapkan ide, khayalan, dan bakat seni tanpa merasa tertekan.

“Kami ingin buktikan bahwa Sidoarjo tak kalah maju dalam hal literasi. Gerakan ini kami jalankan sungguh-sungguh, bukan sekadar seremonial semata,” ujar Zahlul saat ditemui Awak Media, Senin (11/5/2026).

Ia mengaku kagum melihat antusiasme dan kemampuan para peserta. Banyak anak yang ternyata memiliki bakat menggambar dan merangkai kisah yang luar biasa. Bahkan, mereka mampu mengubah peristiwa sejarah yang terkesan kaku menjadi sajian visual yang seru, mudah dicerna, dan dekat dengan dunia teman-teman sebayanya.

“Di balik keriangan mereka menggambar, tersimpan potensi besar yang harus terus kami asah. Kisah daerah jadi terasa hidup dan dekat saat dituangkan lewat goresan tangan sendiri,” tambahnya.

Hasil karya anak-anak ini pun takkan hanya berakhir di lemari arsip. Pemerintah daerah bersama DPRD menyiapkan langkah nyata: bekerja sama dengan penerbit nasional agar karya-karya tersebut dicetak secara profesional. Harapannya, cerita khas Sidoarjo tak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tapi bisa menjangkau pembaca yang lebih luas.

“Cita-cita kami jadikan ini program unggulan berkelanjutan, dengan anggaran yang telah disiapkan secara rutin, bukan sekadar kegiatan sesekali. Ke depannya, lokasinya bisa diperluas ke tempat wisata maupun pelosok desa. Dengan begitu, selain mencerdaskan, kegiatan ini juga bisa menggerakkan perekonomian warga lewat dukungan terhadap Badan Usaha Milik Desa,” tegasnya.

Selain inovasi lewat komik sejarah, berbagai gebrakan serupa terus digencarkan. Mulai dari kelas memasak bernuansa edukasi yang digelar keliling kecamatan, pelayanan perpustakaan keliling hingga ke dusun terjauh, hingga pemanfaatan ruang kreatif seperti Studio Bolam sebagai tempat belajar yang asik dan tak membosankan bagi para siswa.(Aryo).