Pendampingan Digitalisasi Kost

"Suasana tim kelompok saat melakukan survei lokasi kost yang akan didigitalisasi di Google Maps,Jumat (8/5/2026)."

Pada Mei 2026, mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan aksi digitalisasi kost. Kegiatan ini merupakan langkah dalam membantu para mahasiswa dalam mencari tempat untuk menetap, seperti kost. Aksi digitalisasi kost mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik D.I Yogyakarta, jumlah pertambahan mahasiswa pada 2024 sampai 2025 terjadi peningkatan, sehingga tidak menutup kemungkinan pada 2026 akan terjadi pertambahan mahasiswa yang berkuliah di Yogyakarta. Maka, tujuan dari kegiatan ini adalah mempermudah para mahasiswa untuk mencari kos dan mempermudah pemilik kost untuk menawarkan kostnya.

Digitalisasi kost dilakukan dengan mencari tempat di daerah sekitar kampus yang belum ditandai  di Google Maps. Selain itu, juga memberikan foto lengkap mengenai lokasi dan fasilitas kost dan dimasukan ke dalam deskripsi Google Maps.

Kami melakukan kegiatan dimulai pada hari Rabu, 6 Mei 2026 pukul 09.00 pagi. Kami membagi tugas ke dalam dua kelompok untuk mencari dan melakukan observasi kost yang ingin kami lakukan. Sebelum itu, kami mencari informasi dari teman terdekat, apakah kost yang mereka tinggali sudah ada di Google Maps atau belum. Hal ini bertujuan supaya mempermudah pelaksanaan kegiatan dan tidak menghabiskan banyak waktu.

Setelah semua rencana dimatangkan, kami mulai mendatangi kost-kost yang sudah kami identifikasi sebelumnya. Pada hari itu, kurang lebih kami sudah mendapatkan daftar 10 kost yang akan diberi tanda di Google Maps dan diberi ulasan mengenai fasilitas yang ditawarkan suatu kost. Walaupun kost yang kami observasi sudah ada di Google Maps, tapi belum menampilkan seluruh fasilitas yang ada, kami tetap menambahkan foto fasilitas ke dalam ulasan. Tujuannya adalah supaya para calon penghuni kost bisa melihat terlebih dulu tanpa harus datang ke lokasi.

Kami melanjutkan kegiatan pada hari Jumat, 8 Mei 2026 untuk fokus pada pendaftaran kost pada aplikasi “Mamikos”. Rencana awal kami, ada dua kost yang ingin didaftarkan pada “Mamikos”. Sayangnya, kedua pemilik kost tersebut tidak berkenan untuk mendaftarkan kost-nya ke “Mamikos” . Alasannya adalah takut dikenai biaya pendaftaran, tidak bisa mengelola akun, atau tidak ingin repot membalas pesan dari calon pelanggan.

Beruntungnya ada salah satu kost yang berkenan untuk didaftarkan ke “Mamikos”. Pemilik kost merasa berterima kasih karena sudah dibantu untuk mempromosikan kost ke masyarakat luas. Saat kami berkunjung, kondisi tempat kost tersebut cukup terawat namun masih membutuhkan perbaikan kebersihan, tetapi secara umum masih layak huni. . Kami pun mulai melakukan wawancara dan melihat kondisi dari kost tersebut. Ternyata, selain menyewakan kost, sang pemilik juga membuka jasa laundry dan berjualan angkringan. Namun, untuk saat ini beliau rehat sejenak untuk berjualan angkringan dan fokus pada jasa laundry dan sewa kost.

Proses pendaftaran ke “Mamikos” terkena kendala untuk masalah sinkronisasi data. Setelah mencoba untuk menyamakan data pada akun dan data rekening, akhirnya kost tersebut bisa terdaftar ke “Mamikos”. Kami juga memberikan sedikit bingkisan sebagai tanda terima kasih untuk membantu tugas kami.

Dari kegiatan yang kami lakukan, kami merefleksikan bahwa dalam dunia ekonomi yang mengejar inovasi dan efektivitas, masih banyak pelaku usaha diluar sana yang berjuang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Banyak di luar sana pilihan kost yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap, seperti AC, kamar dalam, dan lokasi yang dekat dengan kampus. Namun, banyak juga penyewaan kost sederhana yang masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa usaha penyewaan kost yang kurang memadai, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga sudah berusaha untuk menyiapkan tempat supaya bisa ditinggali.

Perlu ditekankan bahwa paragraf di atas tidak bertujuan mengarahkan mahasiswa untuk mengorbankan kenyamanan. Sebaliknya, kami ingin menawarkan perspektif pelengkap: di tengah dominasi kost modern dengan fasilitas lengkap, masih ada penyewa kost sederhana yang berjuang mempertahankan usahanya dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Tentunya kami berharap para mahasiswa dan pemilik kost bisa tertolong dengan adanya program digitalisasi kost, sehingga akan meminimalisir review palsu dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memalsukan informasi.”

Kegiatan ini membuktikan bahwa digitalisasi usaha kecil, seperti kost-kostan, dapat dilakukan oleh mahasiswa secara sederhana namun berdampak nyata. Dengan informasi yang lengkap dan akurat di Google Maps, calon penghuni kost kini lebih mudah mendapatkan gambaran nyata sebelum memutuskan. Ke depan, kami berharap lebih banyak pemilik kost terbuka terhadap teknologi, dan lebih banyak mahasiswa tergerak untuk membantu digitalisasi usaha di sekitarnya. Dengan begitu, proses mencari tempat tinggal menjadi lebih efektif, efisien, dan terpercaya.

penulis :

Astrella Aurellia Dewati (25080130016)
Septia Cinta Nugraheny (25080130019)
Fati Nur Aqilah (25080130022)
Vinsensius Krisnanta Widyawan (25080130023)
Anis Tri Susilowati (25080130029)
M. Rofiq Dzaky Al Qodry (25080130210)
Dwi Aldo Avianto (25080130223)
Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Dosen Pengampu: Rheza Tri Nugroho, S.T., M.T.