YOGYAKARTA – Ketika mendengar kata “akuntansi” sudah pasti stigma yang muncul adalah bidang ilmu rumit dengan pembelajaran monoton yang sulit dipahami. Stigma negatif ini yang berusaha dilunturkan oleh tim mahasiswa UNY. Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di MA Diponegoro Yogyakarta, tujuh mahasiswa Prodi Akuntansi dari Universitas Negeri Yogyakarta, sukses membuktikan bahwa akuntansi dapat dipelajari dengan cara menyenangkan melalui program AccoPlay.
Program AccoPlay mengusung konsep Educational Card Games sebagai media pembelajaran. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya proses pembelajaran yang bukan hanya berorientasi pada penyampaian materi, melainkan mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Tim AccoPlay berupaya mewujudkan misi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dengan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pemahaman peserta terhadap materi akuntansi dasar. Melalui tema “Fun Learning, Bright Future : Empowering Next-Gen Accountants Through Game-Based Learning”, mereka menghadirkan pembelajaran akuntansi interaktif menggunakan game kartu AccoPlay.
Peserta yang terlibat dalam program ini adalah 20 siswa kelas X dan XII dari MA Diponegoro Yogyakarta. Adapun serangkaian kegiatan yang dilakukan mencakup sesi pematerian oleh dua orang dari Tim AccoPlay, sesi tanya jawab, ice breaking, implementasi Educational Card Games, awarding, serta sesi dokumentasi dan penutup.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan akuntansi secara umum, konsep debit dan kredit, persamaan dasar akuntansi, pengenalan nama akun, hingga pencatatan transaksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sebelum beralih ke sesi berikutnya, mereka menyelingi dengan ice breaking untuk menjaga semangat peserta. Kemudian, memasuki inti kegiatan, yakni implementasi permainan kartu AccoPlay. Siswa dibagi ke dalam empat kelompok untuk adu kecermatan dalam mengklasifikasikan 46 nama akun sesuai jenisnya (aset, liabilitas, dan ekuitas). Dua tim dengan poin tertinggi keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah. Di sinilah antusiasme peserta meledak. Mereka bersemangat sekaligus tegang saat memainkan games. Games diinisiasi untuk menguji pemahaman peserta atas materi yang diajarkan sebelumnya serta membangkitkan jiwa kompetitif dan kolaboratif antar tim. Kemudian, siswa diminta untuk mengisi kuesioner, disambung dengan pembagian snack, sesi kesan-pesan, penutupan, dan tentu saja sesi foto bersama. Semua berjalan rapi sesuai rundown yang sudah disiapkan sebelumnya.
Implementasi pembelajaran AccoPlay disambut dengan sangat baik dan penuh antusiasme oleh pihak MA Diponegoro Yogyakarta. Para pengajar mengapresiasi aksi dari Tim AccoPlay karena telah mengubah stigma pembelajaran akuntansi menjadi lebih menyenangkan. Terlebih lagi, ternyata kurikulum di MA Diponegoro Yogyakarta belum mencakup pembelajaran akuntansi secara mendalam, sehingga kehadiran Tim Mahasiswa Akuntansi UNY mampu memberikan wawasan baru bagi peserta.
“Alhamdulillah programnya sangat bermanfaat sekali. Ini adalah kegiatan yang inovatif ya, menggunakan kartu untuk menarik perhatian anak-anak untuk lebih paham, lebih cepat mengerti apa saja yang ada di akuntansi itu. Apalagi anak-anak kalau melihat metode pembelajaran baru sangat tertarik, sehingga (program ini) memicu semangat mereka untuk belajar lebih dalam,” ungkap Bapak Ahmad Hafidhuddin, salah satu pengajar MA Diponegoro.
Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan, para peserta turut memberikan respons yang positif. Sebagian besar merasa mendapat ilmu baru dan mulai memiliki ketertarikan terhadap bidang akuntansi, sementara sebagian kecil lainnya justru menemukan fakta bahwa akuntansi memang bukan passion mereka. Secara keseluruhan, peserta merasa bahwa program AccoPlay seru, menarik, memudahkan pemahaman, dan memberikan wawasan baru terkait akuntansi. Bahkan beberapa orang menuliskan harapan agar Tim Mahasiswa Akuntansi UNY dapat berkunjung ke MA Diponegoro Yogyakarta lagi untuk berbagi ilmu akuntansi lainnya.
“Seru banget kak! Sukses selalu ya, terima kasih!” ujar beberapa siswi MA Diponegoro Yogyakarta saat sesi penyampaian kesan pesan.
Melihat antusiasme peserta dalam memainkan games, tim AccoPlay akhirnya menyerahkan 3 paket kartu kepada guru ekonomi MA Diponegoro Yogyakarta dengan tujuan agar program ini dapat berkelanjutan dan dapat menjadi alternatif media pembelajaran. Besar harapan mereka, program AccoPlay dapat diadopsi dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah lain baik di sekitar Yogyakarta maupun seluruh Indonesia guna mewujudkan pembelajaran akuntansi yang berkualitas sesuai SDGs poin 4. Sebab program AccoPlay telah berhasil mematahkan stigma negatif tentang bidang akuntansi melalui model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk berpikir aktif, berkolaborasi, dan memahami konsep akuntansi dengan cara yang lebih menarik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa seluruh sivitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta memiliki komitmen tinggi dalam mendukung capaian SDGs melalui pengabdian dan implementasi sesuai bidang studi masing-masing.
