MAGELANG– Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Magelang resmi meluncurkan program NGREMBAKA di Aula MAN 1 Magelang, Kamis 21 Mei 2026. Program ini jadi langkah baru membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
NGREMBAKA merupakan singkatan dari _Ngerekam Lan Edukasi Mbangun Kesadaran Administrasi Pemilih Kanggo Kanca Sekolah_. Program ini menggabungkan edukasi kepemiluan dengan layanan jemput bola perekaman KTP-el langsung di sekolah.
Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofiq mengatakan, NGREMBAKA bertujuan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan sekaligus menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak usia sekolah.
“Melalui NGREMBAKA, kami ingin membangun kesadaran bahwa kepemilikan KTP-el bukan sekadar kebutuhan administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari hak konstitusional warga negara,” ujar Ahmad Rofiq.
Ia menegaskan, kualitas demokrasi sangat dipengaruhi oleh validitas data pemilih. Data yang akurat akan melahirkan daftar pemilih yang berkualitas. Karena itu, generasi muda perlu mulai peduli terhadap data dirinya dan memahami pentingnya berpartisipasi dalam demokrasi.
Nama NGREMBAKA sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti berkembang, tumbuh, dan menjadi lebih baik. Filosofi ini menjadi semangat kolaborasi KPU dan Disdukcapil untuk menanamkan kesadaran administrasi kependudukan dan kepemiluan secara berkelanjutan.
Kepala MAN 1 Magelang Handono mengapresiasi dipilihnya sekolahnya sebagai lokasi perdana program tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa. Tidak hanya mendapatkan layanan perekaman KTP-el di sekolah, tetapi juga edukasi mengenai kependudukan dan kepemiluan yang akan menjadi bekal penting bagi mereka sebagai warga negara,” ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, Ketua Divisi Rendatin KPU Kabupaten Magelang Siti Nurhayati menyampaikan materi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Ia menekankan bahwa data pemilih yang akurat berawal dari kepedulian warga terhadap data dirinya.
Sementara Kepala Disdukcapil Kabupaten Magelang R. Anta Murpuji Antaka menyebut administrasi kependudukan sebagai identitas dasar warga negara. KTP-el menjadi pintu masuk berbagai layanan publik, mulai pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga hak politik.
“Layanan jemput bola sengaja dilakukan agar para pelajar lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan. Karena itu, kami hadir mendekatkan layanan agar siswa tidak perlu repot datang ke kantor,” katanya.
Agar lebih interaktif, kegiatan dikemas dengan permainan edukatif seperti _Roda Putar_, _Fix or Hoaks_, dan _Data Match Challenge_ berisi materi kependudukan dan kepemiluan. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Pada kesempatan itu, Disdukcapil juga melaksanakan perekaman KTP-el bagi 150 siswa yang telah atau akan berusia 17 tahun pada 2026.
Salah satu peserta, Ardi Firman, mengaku senang bisa melakukan perekaman KTP-el langsung di sekolah.
“Saya senang karena kegiatan ini sangat bermanfaat. Biasanya rekam KTP harus datang ke kantor, tetapi sekarang bisa langsung di sekolah jadi lebih mudah,” ujarnya.
Ardi juga mengaku mendapat pemahaman baru tentang pentingnya data pemilih bagi demokrasi. “Game yang diberikan juga seru, jadi belajarnya tidak membosankan,” katanya.
Melalui program perdana ini, KPU dan Disdukcapil Magelang berharap NGREMBAKA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah untuk mencetak generasi muda yang sadar administrasi kependudukan, peduli terhadap data pemilih, serta siap menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab.
