Magelang – Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang Grengseng Pamuji menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal partai dalam proses pembentukan kepengurusan PAC tingkat kecamatan. Pesan itu disampaikan saat membuka MUSANCAB (Musyawarah Anak Cabang )di GOR Pakubumi, Mungkid, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut Grengseng, kekuatan utama partai politik tidak terletak pada figur individu, melainkan pada kekompakan struktur dan kerja kolektif seluruh kader hingga tingkat bawah.
“Kita sudah membuktikan bahwa kekuatan personal itu belum tentu bisa mengangkat suara di setiap pemilu. Tapi kekuatan partai yang bergerak bersama justru mampu menaikkan perolehan kursi dari 10, kemudian 13, hingga menjadi 15 kursi,” katanya di hadapan kader dan pengurus partai.
Ia menyebut keberhasilan PDIP di Kabupaten Magelang dalam tiga periode terakhir tidak lepas dari kemampuan kader merangkul berbagai elemen sosial dan politik di masyarakat.
“Kita selalu bersama-sama merangkul semua potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Tidak untuk membuang siapa pun, tetapi justru mengajak semua bergabung demi kebesaran partai dan Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Grengseng yang juga menjabat Bupati Magelang menyinggung posisinya sebagai hasil kerja kolektif seluruh kader partai, bukan capaian pribadi semata.
“Saya menyadari betul, saya di sini diangkat karena ketumpakan struktural PDI Perjuangan. Itu bukan kerja keras saya pribadi, tetapi buah keringat, buah pikir, bahkan biaya dari teman-teman semua,” tegasnya.
Ia mengingatkan kader agar tidak terjebak rivalitas internal menjelang kontestasi politik mendatang, khususnya Pemilu 2029. Kader potensial di internal partai, kata dia, seharusnya dipandang sebagai rekan perjuangan, bukan lawan politik.
“Calon potensial di struktur partai itu bukan musuh. Musuh kita ada di luar sana. Maka jangan ada yang merasa paling hebat atau paling kuat,” katanya.
Grengseng menjelaskan pembentukan kepengurusan PAC merupakan agenda organisatoris rutin lima tahunan sebagai bagian dari penyegaran struktur partai di tingkat kecamatan. Proses tersebut melibatkan pengurus ranting, wakil ranting, senior partai, hingga tokoh masyarakat yang selama ini dekat dengan PDIP.
“Ruang ini ruang organisatoris, belum ruang politis. Maka semua komponen harus disatukan. Musyawarah harus mufakat, tidak boleh menang-menangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru nantinya wajib memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen sebagai bagian dari komitmen partai terhadap penguatan peran perempuan dalam politik.
Selain soal soliditas organisasi, Grengseng juga menyoroti pentingnya disiplin kader dalam menjaga fasilitas umum. Ia mencontohkan komitmen bersama untuk tidak merokok di dalam ruangan selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap fasilitas publik.
“Kita pinjam fasilitas umum, maka harus dijaga dengan baik. Saya sendiri perokok aktif, tetapi kalau sudah ada kesepakatan tidak merokok di dalam ruangan, ya harus dipatuhi,” katanya.
Menurutnya, kedisiplinan terhadap aturan bersama menjadi bagian penting dalam membangun citra partai yang tertib, dewasa, dan semakin dekat dengan masyarakat.
