BANJARNEGARA, NUSANTARA POS -Deru palu yang menghantam kayu tua berpadu dengan canda ringan dan semangat kebersamaan mengawali aktivitas di Dusun Kunir RT 01/RW 09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Senin (20/07/2026). Di lokasi itulah anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara bersama warga memulai pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Toid, sebagai bagian dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Di bawah terik matahari pagi, Serka Munasibun tampak memimpin sekaligus ikut mengangkat kayu dan membongkar bagian demi bagian rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh keluarga Pak Toid. Rumah sederhana yang telah lapuk dimakan usia itu perlahan dibongkar, bukan untuk dihilangkan, melainkan untuk digantikan dengan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Tak hanya anggota Satgas TMMD, warga sekitar pun berdatangan membawa peralatan kerja. Ada yang memegang linggis, palu, gergaji, hingga mengangkut material bekas pembongkaran. Semua bekerja tanpa mengenal lelah, memperlihatkan semangat gotong royong yang masih kuat terjaga di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Bagi Pak Toid, hari itu menjadi momen yang tak terlupakan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyaksikan rumah yang telah lama ditempatinya dibongkar oleh puluhan tangan yang datang membawa kepedulian. Di balik bangunan yang diruntuhkan, tersimpan harapan besar akan hadirnya tempat tinggal yang lebih baik bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka rumah saya mendapat perhatian melalui program TMMD. Terima kasih kepada TNI dan seluruh warga yang sudah membantu,” ungkap Pak Toid dengan penuh rasa syukur.
Serka Munasibun mengatakan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan.
“Kami hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat,” ujarnya.
Program rehabilitasi RTLH ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Rumah yang layak huni diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kesehatan keluarga, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya harapan baru.
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.” Tema tersebut tercermin dalam setiap kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, fasilitas umum, hingga rehabilitasi rumah warga yang membutuhkan.
Di Dusun Kunir, pembongkaran rumah Pak Toid menjadi awal dari perubahan besar. Kayu-kayu tua yang diturunkan hari ini akan berganti dengan bangunan yang lebih kokoh, sementara semangat gotong royong yang tumbuh di antara Satgas TMMD dan masyarakat akan terus menjadi fondasi kuat dalam membangun desa.
Melalui kebersamaan dan kepedulian, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun negeri dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di pelosok desa, menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.(Pendimbna).

