JAKARTA, NUSANTARAPOS, (26/7)2026) – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Nasional (KORMINAS) resmi menggelar gelombang pertama KORMI Akademi, wadah pengembangan kompetensi pengurus organisasi olahraga nasional. Kegiatan berlangsung 24–26 Juli 2026 di Hotel Dhamaien Blok M, Jakarta Selatan.
Program ini disiapkan sebagai pusat pembelajaran terstruktur guna mewujudkan tata kelola organisasi KORMI yang profesional, tertib, dan berkesinambungan di seluruh tingkatan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Perwakilan KORMI Provinsi Jawa Timur yang mengikuti kegiatan ini adalah Ardhita Sudana Putra, S.H.I. selaku Kepala Bidang Hukum. Ia dinyatakan lulus dengan nilai sangat memuaskan.
Apresiasi dan Harapan Ketua KORMI Jatim
Ketua KORMI Jawa Timur Debi Sisilia Samoa, SE, menyambut baik pelaksanaan akademi ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momen sangat berharga bagi seluruh pengurus dan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini benar-benar berharga agar pemahaman tata kelola organisasi menjadi lebih terarah. Materinya sangat mengena, bahkan mengupas permasalahan nyata yang dihadapi setiap daerah. Banyak pengurus di daerah yang belum memahami secara mendalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KORMI, dan di akademi ini hal itu dikupas secara sangat mendetail,” ujar Debi.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman AD/ART, penerapan program prioritas “Indonesia Aktif”, strategi kehumasan dan pengelolaan media sosial, hingga teknik komunikasi serta etika berorganisasi.
Debi menegaskan kegiatan ini tidak sekadar seremonial. “Tidak sekadar hadir ambil sertifikat, ada ujian yang harus diikuti, bahkan ada peserta yang belum lulus. Ini bukti pelaksanaannya sangat serius.”
Peserta yang belum lulus umumnya karena ketidakhadiran, keterlambatan, atau belum menguasai materi berkesempatan mengikuti gelombang kedua (Batch II) atau pengulangan materi dan ujian secara daring tanpa biaya pendidikan tambahan.
Debi berharap kegiatan serupa nantinya bisa diselenggarakan secara langsung di Jawa Timur agar lebih banyak pengurus daerah yang bisa mengikuti.
Pengalaman dan Pesan Ardhita Sudana Putra
Sementara itu, Ardhita Sudana Putra menyampaikan bahwa kemajuan organisasi sangat bergantung pada pemahaman pengurus, keterbukaan, komunikasi, dan kerja sama yang baik.
“Tanpa pemahaman yang benar, organisasi perlahan akan menghadapi polemik yang menghambat kemajuan. Itulah alasan kami mengirimkan perwakilan untuk menyempurnakan sistem organisasi melalui akademi ini,” jelasnya.
Ia mengajak rekan-rekan pengurus dan Inorga di Jawa Timur untuk segera mendaftar jika Batch II dibuka. “Materinya sangat berbobot, bermanfaat bagi organisasi maupun pengembangan diri. Mari kita perbaiki pemahaman AD/ART, koordinasi, dan administrasi agar KORMI semakin kuat dan dicintai masyarakat. (Aryo).

