SIDOARJO, NUSANTARAPOS, (26/7/2026) – Asosiasi Instruktur Senam dan Aktivitas Fisik Indonesia (ASIAFI) Provinsi Jawa Timur sukses menggelar workshop peningkatan kompetensi instruktur senam. Kegiatan ini diikuti 84 peserta yang mewakili 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur, berlangsung di Sekretariat ASIAFI Jatim, Perumahan Citra Harmoni Blok A22–24, Taman, Sidoarjo, Minggu (26/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Workshop ini merupakan program kerja ASIAFI Jatim dengan tema Interval Training Workout, sesuai target peningkatan kapasitas dan kebugaran organisasi. Pemateri langsung dihadirkan dari pengurus pusat ASIAFI Nasional, yaitu Sekretaris Jenderal ASIAFI Nasional Iwan Purwanto, SE.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua 2 KORMI Jawa Timur Prakoso Setioputro, mewakili Ketua KORMI Jatim yang berhalangan hadir. Turut hadir mendampingi: Ketua Bidang Organisasi KORMI Jatim Riciana James, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat, Komunikasi, dan Digital Arso Yudianto, serta Koordinator Inorga OKK KORMI Jatim Hernanik, beserta jajaran pengurus pusat dan provinsi ASIAFI.
Dalam sambutannya, Prakoso menyampaikan pesan Ketua KORMI Jatim: “Semoga workshop ini berjalan lancar, menjadi bekal berharga bagi para instruktur untuk tumbuh menjadi tenaga pengajar yang handal, profesional, dan bersertifikat resmi secara nasional. Kami berharap ASIAFI terus berkembang dan bermanfaat meningkatkan budaya olahraga kebugaran serta kualitas hidup sehat masyarakat Jawa Timur.”
Ketua ASIAFI Provinsi Jawa Timur Diana Kurnia Sari, SE, MMA, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Semoga materi hari ini bermanfaat besar bagi kemajuan instruktur, khususnya yang ingin berkembang menjadi pelatih pribadi atau personal trainer profesional,” ujarnya.
Peserta datang dari berbagai wilayah: Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, hingga daerah lainnya.
Diana menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Targetnya jelas: dengan bertambahnya keahlian, secara otomatis kapasitas dan tarif jasa instruktur juga meningkat. Sertifikat yang diberikan pun resmi dan diakui secara nasional,” tegasnya.
“Jangan hanya sekadar mengajar, tapi mengajar dengan ilmu matang agar kesejahteraan dan penghasilan mereka pun ikut naik,” tambahnya.

Saat ini tercatat ribuan instruktur senam di Jawa Timur, namun baru ratusan yang telah bersertifikat resmi. Masih banyak instruktur di daerah yang belum tersentuh sertifikasi, umumnya terkendala biaya dan jarak tempuh. Oleh karena itu, pelatihan rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Pesan saya: Bekalilah diri dengan ilmu melalui pelatihan berkelanjutan. Semakin terasah kemampuan Anda, semakin baik pula taraf kesejahteraan yang didapatkan,” pesan Diana.
Pemateri Iwan Purwanto menyampaikan materi tentang penerapan sistem latihan yang bisa langsung diterapkan di kelas kelompok aerobik maupun kebugaran, termasuk teknik latihan interval. Kegiatan ini terbuka untuk umum bukan hanya anggota ASIAFI dan berfokus pada penambahan materi baru, bukan pelatihan dasar pembentukan instruktur baru.
Ia berharap seluruh peserta dapat menangkap materi dengan baik dan menerapkannya demi manfaat masyarakat pencinta olahraga.
Salah satu peserta, Tutut Mubarati (46), Pelatih sekaligus Sekretaris ASIAFI Kabupaten Jember, menyampaikan: “Kegiatan ini sangat memotivasi, mengingat kebutuhan peningkatan kompetensi sangat dirasakan di lapangan. Aerobik sangat tepat mulai diajarkan kepada anak-anak usia 6 hingga 9 tahun.”
“Harapan kami, aerobik di Jawa Timur semakin maju. Pengetahuan hari ini bisa langsung diterapkan, dan kami bertekad melatih peserta sejak usia dini hingga siap mengikuti ajang bergengsi Forprov ke-3 yang akan digelar di Jember,” pungkasnya. (Aryo).

