BANJARNEGARA, NUSANTARA POS – Di tengah padatnya aktivitas pengecoran jalan pada program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, sebuah angkong yang menjadi alat utama pengangkut adukan beton tiba-tiba mengalami kerusakan. Tanpa menunggu lama, Pratu Faisal dari Batalyon Infanteri 405/Suryakusuma, yang tergabung dalam Satgas TMMD, langsung menyulap sudut lokasi pekerjaan menjadi bengkel dadakan untuk memperbaiki angkong tersebut di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Rabu (29/07/2026).
Berbekal peralatan sederhana, Pratu Faisal memeriksa bagian roda dan rangka angkong yang mengalami kendala. Dengan teliti, ia memperbaiki kerusakan agar alat tersebut dapat kembali digunakan. Baginya, setiap menit sangat berarti karena angkong menjadi sarana utama mengangkut adukan beton dari mesin molen menuju titik pengecoran.
Di sekitar lokasi, anggota Satgas TMMD dan warga tetap melanjutkan pekerjaan pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter. Mereka saling membantu agar proses pengecoran tidak terhambat. Sementara itu, beberapa warga ikut mendampingi Pratu Faisal dengan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
Tidak berselang lama, angkong kembali berfungsi dengan baik. Suasana di lokasi pun kembali normal. Adukan beton kembali diangkut secara bergantian menuju jalur pengecoran, sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan tanpa kehilangan banyak waktu.
Bagi Pratu Faisal, memperbaiki angkong merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai anggota Satgas TMMD. Menurutnya, sekecil apa pun kendala di lapangan harus segera diatasi agar target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.
Semangat saling membantu yang ditunjukkan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD. Tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lapangan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara terus menghadirkan kisah-kisah pengabdian yang sederhana namun penuh makna. Dari sebuah bengkel dadakan di tengah lokasi pengecoran, Pratu Faisal membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan besar, tetapi juga oleh kepedulian memperbaiki hal-hal kecil yang mendukung kelancaran seluruh proses pembangunan.(Pendimbna).

