Breaking News
RTLH TMMD 128 LAMONGAN Jadi Bukti Nyata Nawa Cita Prabowo Membangun Desa Danki TMMD Motivasi Satgas TMMD untuk Tetap Disiplin dan Dedikasi Kemanunggalan TNI dan Rakyat Jadi Kunci Utama Suksesnya Gelaran TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan ​DESA TLEMANG – Keberhasilan pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, tidak terlepas dari kuatnya jalinan kerja sama dan Kemanunggalan TNI dengan rakyat. Gotong royong yang terbangun secara konsisten antara prajurit Satgas dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor kunci utama tercapainya seluruh target sasaran, baik fisik maupun non-fisik. ​Sejak hari pertama pembukaan hingga menjelang penutupan, suasana kebersamaan begitu kental terlihat di setiap sudut pengerjaan—mulai dari pembangunan jalan rabat beton, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembenahan fasilitas olahraga, hingga gelaran bakti sosial kesehatan. ​Pemandangan bahu-membahu antara personel TNI dan warga perdesaan menjadi fondasi utama yang mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur di Desa Tlemang. Tanpa mengenal lelah dan iklim cuaca, prajurit dan warga saling melengkapi dan berbagi peran. Kebersamaan ini tidak hanya hadir saat memegang cangkul dan mengangkat material bangunan, tetapi juga terpancar dalam momen kehidupan sehari-hari, seperti saat makan bersama dan berinteraksi dengan warga sekitar. ​Pendekatan humanis dan menyatu dengan rakyat inilah yang membangkitkan kembali nilai-nilai luhur gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.​Komandan Satgas TMMD 129, Letkol Inf Deni Suryo menegaskan bahwa Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah roh utama dari seluruh pencapaian program TMMD di lapangan. ​”Suksesnya seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-129 di Desa Tlemang ini bukan hanya karena ketangkasan prajurit, melainkan berkat Kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sungguh luar biasa. Dukungan, ketulusan, dan semangat gotong royong warga masyarakat yang setiap hari bekerja bersama kami adalah kekuatan terbesar Satgas TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan. TMMD membuktikan bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, seluruh percepatan pembangunan desa dapat diwujudkan dengan hasil terbaik,” tegas Letkol Deni di lokasi kegiatan. ​Dampak dari Kemanunggalan ini tidak sekadar menghasilkan jalan yang mulus atau rumah yang kokoh, tetapi juga meninggalkan ikatan emosional dan persaudaraan yang mendalam antara Satgas TMMD dan masyarakat Desa Tlemang.​Kepala Desa Tlemang mewakili seluruh warga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas hadirnya prajurit TNI yang telah memberikan teladan dan energi positif bagi kemajuan desanya. ​”Kehadiran bapak-bapak TNI Satgas TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan benar-benar menyatu dengan hati warga kami. Beliau-beliau tidak hanya membangun fasilitas fisik desa kami, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong warga yang sangat tinggi. Kebersamaan dan kemanunggalan ini akan selalu kami kenang dan jaga. Terima kasih TNI yang telah bekerja keras demi kemajuan Desa Tlemang,” ungkap Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono. ​Melalui keberhasilan TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan ini, sinergi dan Kemanunggalan TNI-Rakyat terbukti menjadi fondasi kokoh dalam mengakselerasi pembangunan perdesaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan wilayah NKRI. *KEJAR TARGET, SATGAS TMMD KE-129 KODIM 0812 LAMONGAN KEJAKAN PEMBANGUNAN RTLH DI DESA TLEMANG KECAMATAN NGIMBANG* Penuh Gelak Tawa dan Canda, Emak-Emak hingga Gadis Desa Tlemang Unjuk Kebolehan Main Voli Sore di Lapangan Baru Satgas TMMD 129

Penerimaan Pajak KPP Pratama Tuban Tumbuh 8,51 Persen, Capai Rp99,8 Miliar

Tuban – Nusantarapos.co.id- Kinerja penerimaan pajak yang dikelola Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban hingga akhir Semester I Tahun 2026 menunjukkan angka kenaikan. Realisasi penerimaan pajak neto tercatat sebesar Rp99,80 miliar atau 28,70 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp347,70 miliar.

Capaian tersebut juga mencerminkan pertumbuhan positif sebesar 8,51 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan penerimaan sempat mencapai puncaknya pada April sebesar 30,86 persen, sebelum berada di level 18,54 persen pada Mei dan 8,51 persen pada akhir Juni.

Kepala KPP Pratama Tuban, Hanis Purwanto, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan kondisi penerimaan pajak di Kabupaten Tuban masih berada pada jalur yang positif meskipun tantangan ekonomi dan dinamika dunia usaha masih berlangsung

Secara perhitungan ekonomi, untuk usaha di kota Ronggolawe ini juga dinilai baik dan meningkat. Sebab, dilihat Year on Year (YoY) atau pertumbuhan dari tahun sebelumnya ada kenaikan prosentase . Indikasi ini menunjukkan trend positif bagi perdagangan dan usaha.

“Alhamdulillah hingga akhir Semester I Tahun 2026 penerimaan pajak di KPP Pratama Tuban masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah kerja kami masih terjaga dan kepatuhan wajib pajak juga terus membaik,” ujar Hanis Purwanto saat media briefing di Kantor KPP Pratama Tuban, Selasa (28/7).

Hanis menjelaskan, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib masih menjadi penyumbang penerimaan terbesar dengan realisasi mencapai sekitar Rp36,48 miliar, meski sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp39,31 miliar.

Di sisi lain, beberapa sektor usaha menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mencatat penerimaan sekitar Rp25,67 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,17 miliar.

Peningkatan juga terjadi pada sektor Industri Pengolahan yang mencapai Rp5,10 miliar, naik dari Rp2,92 miliar pada Semester I 2025. Sementara sektor Konstruksi turut tumbuh menjadi Rp4,62 miliar, dibandingkan Rp2,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun sektor Pejabat Negara, Karyawan, Pensiunan dan Tenaga Kerja membukukan penerimaan sebesar Rp6,73 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp6,23 miliar.

Menurut Hanis, pihaknya akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan pengawasan berbasis data, edukasi kepada wajib pajak, serta pemberian layanan yang semakin mudah dan berkualitas.

“Kami akan terus mengedepankan pendekatan yang persuasif dan edukatif kepada wajib pajak. Di sisi lain, pengawasan terhadap potensi perpajakan juga terus diperkuat agar target penerimaan tahun 2026 dapat dicapai secara optimal. Kami berharap dunia usaha di Kabupaten Tuban terus tumbuh sehingga memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara,” pungkasnya. (Fie).