BOJONEGORO, NUSANTARA POS – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, ada satu pekerjaan yang tak boleh berhenti sejenak pun, yaitu memastikan mesin molen terus berputar. Tugas itulah yang dijalankan Pratu Lukas, prajurit dari Batalyon 405/Suryakusuma, saat mendampingi proses pengecoran rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Minggu (02/08/2026).
Sejak pagi, Pratu Lukas tampak sibuk di sisi mesin molen. Sesekali ia memasukkan pasir, batu split, semen, dan air dengan komposisi yang tepat, lalu mengawasi putaran molen agar menghasilkan adukan beton yang berkualitas. Baginya, mesin molen bukan sekadar alat, tetapi jantung dari seluruh proses pengecoran.
Dengan wajah yang dipenuhi peluh, Pratu Lukas terus memastikan setiap adukan siap dikirim ke lokasi pengecoran. Ketika satu angkong terisi penuh dan berangkat menuju titik pekerjaan, angkong berikutnya sudah menunggu giliran. Ritme kerja itu berlangsung tanpa henti agar pengecoran berjalan lancar.
Menurut Pratu Lukas, menjaga kelancaran pasokan adukan sama pentingnya dengan pekerjaan di titik pengecoran. Bila molen berhenti terlalu lama, seluruh proses di lapangan akan ikut melambat. Karena itu, koordinasi antara operator molen, pengangkut material, dan tim pengecoran harus selalu terjaga.
Di sekelilingnya, anggota Satgas TMMD, personel Polri, dan warga bergotong royong menjalankan tugas masing-masing. Ada yang melangsir pasir, mendorong angkong, menuangkan adukan, hingga meratakan permukaan beton. Kebersamaan itu menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD.
Pembangunan rabat beton ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Gumelem Kulon. Jalan yang lebih baik akan memperlancar akses transportasi, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan warga.
Melalui tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara kembali memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kerja sama setiap unsur. Dedikasi Pratu Lukas yang setia mengawal mesin molen menjadi bukti bahwa setiap peran, meski berada di balik layar, memiliki arti penting dalam menghadirkan jalan yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat.(Pendimbna).

