Jakarta, Nusantarapos — Para pedagang Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengaku kecewa lantaran mendengar kabar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berencana mengalihfungsikan kawasan tersebut menjadi taman difabel pada 2027.
Awalnya, para pedagang dijanjikan kawasan Pasar Taman Puring akan direvitalisasi agar mereka dapat kembali berdagang dengan fasilitas yang lebih layak.
Salah satu perwakilan pedagang, Januar mengatakan agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menepati janjinya. Apalagi rencana revitalisasi tersebut sudah pernah diutarakan di depan awak media.
“Kami memohon agar sesuai dengan janji Bapak Gubernur saat bapak ngomong di media, Beliau menyebut Pasar Taman Puring adalah pasar rakyat yang dibutuhkan masyarakat. Kami berharap janji itu bisa dipenuhi,” ujar Januar di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, kebijakan baru tersebut membuat banyak pedagang merasa kehilangan harapan. Mereka menilai rencana alih fungsi kawasan tidak mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap ratusan pedagang yang menggantungkan hidup di Pasar Taman Puring.
“Kami merasa kecewa. Awalnya kami berharap pasar direvitalisasi, tetapi sekarang yang kami dengar justru akan dijadikan taman difabel. Kami tidak tahu kenapa bisa berubah seperti itu,” ucapnya heran.
Pasar Taman Puring diketahui terbakar pada 28 Juli 2025. Kebakaran tersebut menghanguskan barang dagangan para pedagang dan menyebabkan kerugian materi yang besar. Setelah kebakaran, para pedagang tetap bertahan dengan membuka lapak dan tenda darurat di lokasi bekas kebakaran demi mempertahankan penghasilan mereka.
H. Warman, Kepala Pasar Taman Puring mengatakan, dampak kebakaran tidak hanya berupa hilangnya barang dagangan, tetapi juga penurunan omzet yang signifikan.
“Barang kami habis semua saat kebakaran. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Lalu daya beli masyarakat juga menurun. Pengunjung ke Taman Puring sekarang jauh berkurang dibanding sebelum kebakaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut semakin memberatkan pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Meski sebelumnya sempat ada perhatian dari sejumlah anggota DPRD, hingga kini para pedagang belum melihat langkah konkret Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki kawasan Pasar Taman Puring.
Menjelang rencana pembangunan taman difabel pada 2027, para pedagang mengaku akan terus berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak agar Pasar Taman Puring tetap dipertahankan.
“Kami masih berharap pembangunan dilakukan sesuai janji awal. Kami butuh dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak yang bisa membantu kami,” lanjut H. Warman.
Ia menegaskan bahwa Pasar Taman Puring merupakan pasar legendaris yang telah lama menjadi ikon perdagangan di Jakarta Selatan. Apalagi, lebih dari 500 pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.
“Pasar Taman Puring ini pasar legendaris. Kami ingin pasar ini tetap bertahan. Kalau pemerintah ingin menata kawasan, silakan dikembangkan dan dikolaborasikan, tetapi jangan menghilangkan pedagang asli dan rakyat kecil yang mencari nafkah untuk keluarga mereka,” harapnya lagi.

