TMMD  

Dari Jalan Tua yang Penuh Cerita TMMD Gumelem Kulon Membuka Jalan Harapan

Anggota Satags TMMD Kodim Banjarnegara Bersama Warga Sedang Membangun Jalan Desa

BANJARNEGARA,NUSANTARAPOS, – Ada jalan di sebuah desa yang mungkin selama puluhan tahun hanya dianggap sebagai jalur biasa. Namun bagi masyarakat yang setiap hari melintasinya, jalan itu menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, keterbatasan, sekaligus harapan.

Jalan tersebut berada di wilayah RW 09 Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Puluhan tahun masyarakat menggunakannya sebagai akses untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, mengantar anak sekolah, hingga menuju wilayah tetangga.

Kini, jalan itu perlahan berubah. Melalui program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, jalan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga mulai dibangun melalui pengecoran rabat beton. Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Ada harapan besar agar akses yang selama ini sulit dilalui dapat menjadi jalan penghubung yang lebih aman, mudah, dan mampu membuka peluang ekonomi baru.

Di tengah pelaksanaan TMMD tersebut, Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han., menyampaikan pesan penting mengenai makna program TMMD, Selasa (11/08/2026).

Ia mengawali penyampaiannya dengan rasa syukur karena dapat hadir langsung di lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026.

Menurutnya, TMMD tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, TMMD merupakan bentuk nyata peran TNI dalam membantu masyarakat dan membangun bangsa bersama-sama.
“TMMD bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi merupakan peran nyata TNI kepada rakyat, bersama-sama masyarakat membangun bangsa,” ujarnya.

Kolonel Budiman menjelaskan bahwa hasil pembangunan TMMD harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sasaran fisik berupa jalan dan berbagai infrastruktur lainnya harus mampu menjawab kebutuhan warga. Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Kegiatan nonfisik juga memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam membentuk sumber daya manusia, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta memperkuat ketahanan masyarakat.

Program TMMD, lanjutnya, diarahkan untuk membantu masyarakat di wilayah pedesaan, terutama daerah yang membutuhkan dukungan pembangunan. Karena itu, setiap sasaran harus memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

Keterlibatan Warga Menjadi Bagian Penting Program TMMD 

Warga Desa ikut terlibat dalam pelasksanaan program TMMD ke-129 di wilayah Kodim Banjarnegara

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Menurutnya, ketika warga ikut bekerja bersama prajurit, di situlah kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat. Kepercayaan masyarakat kepada TNI pun harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan tidak berhenti ketika program TMMD selesai.

“Mari kita bersama-sama memelihara hasil TMMD agar hasil bisa dinikmati lebih lama. Di sini peran serta masyarakat kita optimalkan agar hasil TMMD bisa digunakan lebih lama dan maksimal,” pesannya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang selama ini ikut bergotong royong mendukung pelaksanaan TMMD.

Semangat yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya TMMD di wilayah Banjarnegara. Menurutnya, gotong royong yang menjadi ruh utama TMMD merupakan modal penting dalam mempercepat pembangunan desa.

“Kolaborasi luar biasa, TNI hadir manunggal bersama masyarakat dan semua elemen. Kami pemerintah daerah sangat mendukung dan mengapresiasi, karena pastinya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan,” ungkap Wakhid.

Ia menilai sasaran TMMD Reguler ke-129 sangat linier dengan kebutuhan nyata masyarakat Gumelem Kulon. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur jalan berupa rabat beton.

Jalan tersebut memiliki arti strategis karena bukan hanya melayani warga satu desa. Jalur itu menjadi bagian dari akses yang menghubungkan Desa Gumelem Kulon dengan Desa Gumelem Wetan hingga menuju wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas. Jika akses tersebut semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan ikut meningkat. Petani akan lebih mudah membawa hasil pertanian. Anak-anak sekolah mendapatkan akses perjalanan yang lebih nyaman. Warga yang membutuhkan pelayanan di wilayah lain juga memiliki jalur yang lebih mudah dilalui.

Dalam jangka panjang, jalan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan mempersempit kesenjangan antarwilayah.

Semangat gotong royong menumbuhkan persatuan

Di balik pembangunan jalan tersebut terdapat satu nilai yang terus dijaga gotong royong. Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf. Nodelismen Hulu, S.Pd., memaknai gotong royong bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi TNI, gotong royong merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, budaya gotong royong telah berlangsung sangat lama di Indonesia. TNI pun menjalankan semangat tersebut bersama masyarakat hingga sekarang.

“Gotong royong ini sudah berjalan cukup lama di negara kita, termasuk budaya kita. TNI menjalani gotong royong dari dulu sampai sekarang bersama masyarakat. Kita memaknai ini bukan sekadar tradisi semata, tetapi merupakan perwujudan bakti TNI kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat. “TNI itu karena rakyat. Rakyat adalah ibu kandung TNI. Kita lahir dari masyarakat, berjuang bersama masyarakat, dan kita merdeka karena ada gotong royong dan kebersamaan,” tegasnya.

Kalimat tersebut terasa nyata di lokasi TMMD. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Mereka bekerja dalam satu irama. Ada yang mengangkut semen, pasir dan split. Ada yang mendorong angkong. Ada yang mengaduk material, memasang bekisting, meratakan beton, hingga mengawasi pekerjaan. Keringat yang menetes menjadi bagian dari cerita pembangunan.

Pak Wondo dan Jalan yang Menyimpan Kenangan. Di antara masyarakat yang mengikuti perjalanan pembangunan tersebut, ada Pak Wondo. Usianya kini sekitar 50 tahun. Sejak kecil, ia telah mengenal bagaimana kondisi jalan di wilayah RW 09 Desa Gumelem Kulon.

Bagi Wondo, pembangunan rabat beton yang dilakukan melalui TMMD bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Jalan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Ia menuturkan bahwa jalur di wilayah RW 09 sebenarnya merupakan jalur tembus dari Gumelem Kulon menuju wilayah Gumelem Wetan. Dari kawasan tersebut, sekitar 300 meter ke arah selatan terdapat wilayah yang berbatasan langsung antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Banyumas. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat.

Kini, dengan hadirnya TMMD, jalan tersebut mulai mendapatkan sentuhan pembangunan. Bagi Wondo, perubahan itu bukan hanya tentang beton yang mengeras di atas tanah. Jalan tersebut menyimpan harapan tentang masa depan.

Jalur yang dahulu sulit dilalui diharapkan menjadi akses yang lebih aman. Jalur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga diharapkan dapat membuka hubungan yang lebih luas dengan desa dan wilayah di sekitarnya.
Sebuah program pembangunan nasional hadir bukan hanya melalui angka progres dan panjang jalan yang dibangun, tetapi melalui cerita manusia yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan keterbatasan.

Membangun Jalan, Menyambung Harapan, Pembangunan rabat beton di Gumelem Kulon pada akhirnya bukan hanya tentang membangun jalan. Ia adalah upaya menyambung akses, mempertemukan wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, dan membuka peluang kesejahteraan.

Lebih jauh lagi, pembangunan tersebut memperlihatkan bahwa ketika TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menyatukan langkah, persoalan yang selama bertahun-tahun terasa berat dapat mulai diurai bersama.

Jalan yang Menjadi Cerita, Kini Menjadi Sebuah Harapan

Anak-anak sedang menikmati jalan baru hasil dari program TMMD di wilayah Kodim Banjarnegara

 

Jalan yang dahulu menjadi cerita tentang keterbatasan, kini sedang ditulis ulang menjadi cerita tentang harapan.
Kelak, ketika pembangunan selesai, mungkin anak-anak sekolah akan melintasinya dengan lebih nyaman. Petani akan membawa hasil bumi tanpa terlalu khawatir dengan kondisi jalan. Warga akan lebih mudah menuju desa tetangga dan wilayah perbatasan.

Dan Pak Wondo bersama warga lainnya akan melihat satu perubahan besar: jalan yang sejak mereka kecil menjadi bagian dari cerita kehidupan, akhirnya mendapatkan bentuk baru.

Itulah wajah TMMD di Gumelem Kulon. Membangun dari desa, bekerja bersama rakyat, dan meninggalkan manfaat yang diharapkan terus hidup jauh setelah program selesai.

Sejalan dengan semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” pembangunan tersebut menjadi pengingat bahwa jalan menuju kemajuan terkadang memang dimulai dari sebuah jalan kecil di pelosok desa. Dari sanalah harapan tumbuh. Dari sanalah gotong royong bekerja. Dan dari sanalah negeri ini terus dibangun.