NGANJUK,NUSANTARAPOS, – Suasana Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026) siang, berlangsung meriah. Ribuan pelajar, guru, pendamping, serta masyarakat memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan Pawai Budaya dan Pembangunan atau Karnaval tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut mengambil titik pemberangkatan di depan Stadion Anjuk Ladang, Jalan Ahmad Yani, Nganjuk. Selanjutnya, rombongan peserta bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan hingga mencapai garis finis di Jalan Basuki Rahmat, Nganjuk.
Secara resmi, kontingen Pawai Budaya dan Pembangunan tingkat SMP/MTs tersebut dibuka sekaligus diberangkatkan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.
Prosesi pemberangkatan menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Nganjuk. Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda serta masyarakat tersebut.
Pawai tidak hanya menjadi agenda hiburan dalam rangka menyambut peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas, budaya, semangat kebangsaan, dan keberagaman melalui berbagai bentuk penampilan.
Sejak sebelum waktu pemberangkatan, para peserta dari berbagai sekolah telah bersiap di kawasan sekitar Stadion Anjuk Ladang. Para pelajar tampil dengan beragam atribut dan kostum yang menjadi bagian dari konsep masing-masing kontingen.
Kemeriahan semakin terasa ketika satu per satu rombongan mulai bergerak meninggalkan titik start. Barisan peserta berjalan mengikuti rute yang telah ditetapkan dengan membawa berbagai ornamen, atribut sekolah, serta kreasi yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan kekayaan budaya.
Pawai tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menunjukkan kreativitas peserta didik sekaligus membangun rasa percaya diri dan kebersamaan. Pelajar tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan di Kabupaten Nganjuk.
Rute pawai dimulai dari depan Stadion Anjuk Ladang di Jalan Ahmad Yani. Dari titik tersebut, rombongan bergerak menuju sejumlah kawasan yang telah ditentukan, di antaranya melewati Tugu Jaya Stamba dan Tugu 20, sebelum akhirnya mencapai lokasi finis di Jalan Basuki Rahmat.
Sepanjang jalur yang dilalui, masyarakat turut menyaksikan jalannya pawai. Antusiasme warga membuat suasana di sejumlah titik rute semakin semarak.
Diikuti SMP Negeri, Swasta dan MTs
Pawai Budaya dan Pembangunan tingkat SMP/MTs tahun 2026 diikuti oleh sejumlah satuan pendidikan tingkat SMP dan MTs yang berada di wilayah Kecamatan Nganjuk.
Dari jenjang SMP negeri, peserta antara lain:
1. SMP Negeri 1 Nganjuk
2. SMP Negeri 2 Nganjuk
3. SMP Negeri 3 Nganjuk
4. SMP Negeri 4 Nganjuk
5. SMP Negeri 5 Nganjuk
6. SMP Negeri 6 Nganjuk
7. SMP Negeri 7 Nganjuk
Sementara dari jenjang SMP swasta, turut ambil bagian:
1. SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk
2. SMP Muhammadiyah 1 Nganjuk
3. SMP Karta Wijaya Nganjuk
4. SMP Kristen Payaman Nganjuk
Sedangkan dari madrasah tsanawiyah (MTs), peserta yang tercatat mengikuti kegiatan tersebut antara lain:
1. MTs Negeri 3 Nganjuk (MTsN Nganjuk Kota)
2. MTs PSM Nganjuk
Keikutsertaan sekolah negeri, swasta, maupun madrasah tersebut menunjukkan adanya kebersamaan dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perbedaan latar belakang satuan pendidikan justru menjadi bagian dari keberagaman yang ditampilkan dalam pawai. Para pelajar bersama guru dan pendamping membawa identitas sekolah masing-masing, namun tetap berada dalam satu semangat, yakni memperingati kemerdekaan sekaligus menumbuhkan rasa persatuan.
Penyelenggaraan Pawai Budaya dan Pembangunan memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dimanfaatkan untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi muda.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak memahami bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas, kebersamaan, disiplin, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya.
Pawai juga menjadi ruang edukasi bagi peserta didik untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya. Berbagai kreativitas yang ditampilkan sepanjang rute menjadi gambaran bahwa kebudayaan dapat terus hidup apabila mendapatkan ruang untuk dikenalkan dan dikembangkan oleh generasi muda.
Kegiatan semacam ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, pemerintah daerah, peserta didik, orang tua, serta masyarakat.
Selain memiliki nilai budaya dan pendidikan, kegiatan pawai juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Kerumunan warga yang hadir untuk menyaksikan pawai menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil dan pedagang untuk menawarkan berbagai produk dagangan. Aktivitas masyarakat di sekitar jalur pawai turut menggerakkan transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi sektor usaha kecil untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Pawai budaya dan pembangunan menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan kemasyarakatan dapat menggabungkan unsur pendidikan, kebudayaan, hiburan, nasionalisme, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pawai tingkat SMP/MTs ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Nganjuk.
Para pelajar bersama guru dan pendamping terlihat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Sepanjang perjalanan, setiap kontingen berupaya menampilkan kreasi terbaiknya.
Bagi masyarakat, kehadiran pawai juga menjadi kesempatan untuk menikmati suasana perayaan kemerdekaan secara langsung. Warga dapat melihat kreativitas generasi muda sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta yang mewakili sekolah masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Pemerintah daerah melalui kegiatan ini juga terus mendorong agar momentum HUT Kemerdekaan RI tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter generasi muda, kecintaan terhadap budaya, serta semangat membangun daerah.
Dengan berakhirnya rangkaian pawai di Jalan Basuki Rahmat, kegiatan Pawai Budaya dan Pembangunan tingkat SMP/MTs tahun 2026 diharapkan meninggalkan kesan positif bagi para peserta maupun masyarakat.
Semangat yang ditampilkan para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa generasi muda Nganjuk memiliki ruang untuk berkarya, berkreasi, mengenal budaya, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan daerah.
Pawai budaya pun tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui semangat persatuan, kreativitas, patriotisme, dan nasionalisme dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

