TUBAN – Nusantarapos.co.id- Realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp168,19 miliar atau 55 persen dari pagu sebesar Rp307,89 miliar. Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp181,13 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban, Martina Sri Mulyani, dalam kegiatan Media Briefing APBN Kita yang digelar di Tuban, Rabu (19/8/2026), bersama Kepala KPP Pratama Tuban, Kepala KPPBC Bojonegoro, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban.
Rincian belanja pemerintah pusat meliputi Belanja Pegawai sebesar Rp118,56 miliar atau 59 persen dari pagu, Belanja Barang sebesar Rp40,23 miliar atau 52 persen, dan Belanja Modal sebesar Rp9,40 miliar atau 33 persen dari pagu. Belanja Pegawai masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total realisasi Belanja Pemerintah Pusat.
Sementara itu, realisasi Transfer ke Daerah hingga Juli 2026 telah mencapai Rp1,02 triliun atau 62 persen dari total pagu Rp1,64 triliun. Penyaluran tersebut terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp137,85 miliar atau 55 persen dari pagu, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp582,81 miliar atau 66 persen dari pagu, serta Dana Transfer Khusus sebesar Rp213,17 miliar atau 53 persen dari pagu.
Dana Transfer Khusus tersebut terdiri atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang terealisasi sebesar Rp3,71 miliar dari pagu Rp14,85 miliar dan DAK Nonfisik sebesar Rp209,46 miliar atau 55 persen dari pagu Rp383,90 miliar.
“Untuk Dana Desa, realisasinya telah mencapai Rp86,84 miliar dari pagu Rp106,75 miliar. Adapun Dana Insentif Fiskal pada tahun 2026 belum memiliki alokasi maupun realisasi,” ungkapnya.
KPPN Tuban berharap percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah pusat maupun daerah dapat terus ditingkatkan pada semester kedua tahun 2026 sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban.
Sisi penerimaan, sesuai data yang disampaikan untuk kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Tuban hingga 31 Juli 2026 menunjukkan capaian positif pada sejumlah indikator utama. Realisasi penerimaan perpajakan telah mencapai Rp122,70 miliar atau 43 persen dari target Rp287,10 miliar.
Realisasi penerimaan perpajakan tersebut terdiri atas Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp69,24 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp101,47 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp139,45 juta, serta pajak lainnya yang masih mencatatkan angka minus Rp48,15 miliar.
Selain penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan kinerja yang sangat baik. Hingga Juli 2026, realisasi PNBP mencapai Rp30,96 miliar atau 240 persen dari target. Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp25,21 miliar.(fie).

