Gayo Lues – Keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat Kampung Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, setelah bencana alam pada Desember 2025. Hampir seluruh warga kini menempati hunian sementara (huntara), sementara akses jalan yang belum memadai membuat mobilitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari belum berjalan maksimal.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya pembukaan jalur transportasi menuju kawasan huntara. Melalui program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0113/Gayo Lues mengerjakan pembukaan badan jalan sepanjang 3,5 kilometer dengan lebar 8 meter. Jalur yang sebelumnya berupa area hutan itu disiapkan untuk menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hingga H+11, Sabtu (24/10/2026), progres pembukaan badan jalan telah mencapai 1.020 meter. Pengerjaan secara bertahap ini diharapkan dapat mengurangi kendala mobilitas warga, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk kembali menggerakkan kegiatan sosial dan perekonomian di tengah proses pemulihan pascabencana.
Pengulu Kampung Pepelah, Junaidi, menyebut pembangunan jalan tersebut sebagai kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia menilai, kehadiran TNI melalui TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangkitkan kembali semangat warga setelah mengalami bencana.
“Pembukaan jalan ini ditujukan untuk membuka akses transportasi yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat. Sebelum pengerjaan dilakukan, kawasan yang menjadi jalur pembukaan jalan tersebut masih berupa area hutan,” kata Junaidi, Minggu (25/10/26).
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H., melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, menjelaskan bahwa pembangunan jalan merupakan salah satu sasaran fisik untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Pengerjaan dilakukan bersama masyarakat sebagai bentuk kerja sama dalam memenuhi kebutuhan pembangunan di kampung tersebut.
Dengan terbukanya akses jalan secara bertahap, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau berbagai kebutuhan, menjalankan aktivitas ekonomi, serta memperkuat interaksi sosial. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya TMMD untuk mendukung pemulihan kehidupan warga Kampung Pepelah setelah bencana alam.


