100 Siswa SMA/SMK Yogyakarta, Ikut Pelatihan Program XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019

Foto : Ratusan siswa SMA/SMK se-Yogyakarta ikuti Program Pengembangan Kepimpinan dan Karakter yang digagas oleh PT. XL Axiata (Tbk) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia. (Aka)

NUSANTARAPOS, JOGYA – Guna mempersiapkan generasi muda untuk siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, PT. XL Axiata (Tbk) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia menggelar Program Pengembangan Kepemimpinan dan Karakter.

 

Dengan mengangkat tajuk XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019, program ini dikuti sekitar 600 orang siswa setingkat SMA/SMK dan telah berlangsung di lima kota seperti Jakarta, Semarang, Makasar, Medan, dan Surabaya. Yogyakarta merupakan kota terakhir yang masuk dalam program pengembangan ini dan diikuti sekitar 100 siswa dari berbagai SMA/SMK se-Yogyakarta

 

Kepala Bidang Dikmenti Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi DIY Dra. Isti Triasih membuka secara langsung kegiatan yang berlangsung di Sleman Yogyakarta ini.

 

“Dengan adanya program pengembangan kepemimpinan dan karakter ini diharapkan dapat mempersiapkan pada generasi milenial terutama para pelajar untuk siap menghadapi perubahan sesuai tuntutan era revolusi 4.0,” ujarnya saat diwawancara nusantarapos, Jum’at (4/10/19).

 

Triasih mengapresiasi program kegiatan yang digagas oleh PT XL Axiata ini dengan harapan dapat mengembangkan keahlian atau skills para pelajar agar dapat lebih bersaing dimasa yang akan datang.

 

Sementara itu Head of Sales Area Yogyakarta XL Axiata Yudith Sabrina menjelaskan, program ini merupakan salahsatu upaya untuk turut memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

 

“Dalam program ini kami akan membantu para siswa untuk siap mengahadapi revolusi 4.0 terutama yang berkaitan dengan pengembangan soft skill yang belum banyak diajarkan pada sekolah formal,” jelasnya.

 

Sabrina melanjutkan, soft skill merupakan keahlian yang berkualitas dan dibutuhkan pada semua jenis bidang kerja. Kemampuan ini mencakup kreatifitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik yang sangat bermanfaat saat membangun interaksi sosial.

 

“Dengan soft skill ini kami meyakini, nantinya para pelajar akan siap menghadapi segala rintangan guna menghadapi revolusi industri 4.0 yang cukup bersaing diantara mereka,”  pungkas Sabrina.

 

Dengan adanya program yang melibatkan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia diharapkan dapat menciptakan generasi Indonesia yang memiliki daya saing tinggi baik yang adaptif terhadap perusahan di masa era Revolusi Industri 4.0.

 

Pada program ini telah disiapkan serangkaian agenda pelatihan seperti Berfikir Kritis dan Kreatif, Public Speaking, Digital Collaboration, Media Sosial yang Menginspirasi, Pemecahan Masalah, Emotional Intelligence dan Leadership. (AKA).