YCAB Foundation, Facebook dan Kemendikbud Gagas Program Asah Digital

  • Bagikan

Jakarta, Nusantarapos – YCAB Foundation dan Facebook Indonesia, bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen meningkatkan masyarakat digital dalam aktivitas berinternet melalui program Asah Digital. Program ini bertujuan mengembangkan literasi digital menjadi kewargaan digital dengan menyasar kalangan guru dan murid yang tersebar di Indonesia agar memiliki budaya postif dan bijak berinternet.

Pelaksanaan program Asah Digital yang dimulai sejak Juli 2020 berlangsung secara daring. Para peserta yang terdiri dari lebih dari 700 guru dan 16.000 siswa/I di 8 provinsi di Indonesia mempelajari mengenai kewargaan digital. Kewargaan digital adalah cara seseorang berperilaku dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dalam ruang digital. Keterampilan ini mencakup cara mencerna dan membagikan informasi yang dapat diakses dan cara berinteraksi dengan orang lain di dunia digital.

Dunia digital bukanlah sosok asing lagi di Indonesia karena sekarang sudah memasuki indusri 4.0. Pengguna internetpun terus meningkat, dan dibuktikan kenaikan penggunaan telepon genggam oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Menurut laporan dari Hootsuite, terdapat 175 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 dimana 17% pengguna bertambah dibandingkan tahun 2019. Perkembangan digital ini terbukti telah banyak mengubah kebiasaan masyarakat dalam sektor pendidikan, ekonomi, maupun interaksi sosial masyarakat sehari-hari. Dalam berdaptasi di kondisi saat inipun, proses belajar mengajar telah beralih ke dunia digital.

Peningkatan jumlah pengguna internet, pengembangan keterampilan seputar literasi digital dan kewargaan digital menjadi sangat penting untuk menciptakan budaya positif dan aman berinternet. Namun, perkembangan digital yang pesat ini belum diiringi dengan pengembangan keterampilan seputar literasi digital dan kewargaan digital. Hasil studi oleh Nielsen yang melakukan survey kepada pengguna smartphone di Indonesia, menunjukan terdapat 75% responden yang kurang dalam berpikir kritis guna mendeteksi berita palsu. Selain itu, hasil studi Microsoft di tahun 2021 juga menunjukan bahwa 5 dari 10 pengguna internet di Indonesia terlibat dalam aksi perundungan siber dimana millenials dan generasi Z merupakan pihak yang paling terdampak dari tindakan ini.

Melihat potensi aktivitas negatif yang terjadi dalam dunia digital, maka sangat penting mengasah keterampilan dalam berinternet. Keterampilan yang dimaksud mencakup cara mencerna dan membagikan informasi yang dapat diakses dan cara berinteraksi dengan orang lain di dunia digital. Dan untuk itulah, Asah Digital diadakan agar dapat mengembangkan infrastruktur digital yang aman, dan edukasi kepada masyarakat lewat kampanye-kampanye memerangi berita palsu. Para guru dan siswa/I yang menjadi peserta Asah Digital mempelajari berbagai tema seputar jejak digital, identitas digital, kewargaan digital, berpikir kritis, empati, berita palsu, dan verifikasi berita.

Veronica Colondam, Founder dan CEO YCAB Foundation berkata, “Memasuki era serba digital, literasi digital bisa membuka banyak peluang baru untuk para siswa dalam mengembangkan ide-ide baru, inovasi, dan kreativitas. Fokus pada literasi digital perlu diteruskan dan diterapkan kepada para guru dan kemudian para siswa, generasi penerus bangsa. Melalui program Asah Digital, para siswa dan juga guru bisa membuka wawasan mereka untuk mengaplikasikan literasi digital dengan maksimal. Mereka bisa mendapat pengetahuan mengenai berinteraksi secara aman di dunia digital, menyebarkan berita baik secara bijaksana, dan memaksimalkan potensi melalui literasi digital untuk menciptakan perubahan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (20/4/2021).

“Di negara dengan tingkat pengguna internet yang besar seperti Indonesia, menghadirkan program literasi digital kepada guru dan siswa sangatlah penting untuk menciptakan interaksi masyarakat yang positif, aman dan terinformasi di internet. Program Asah Digital yang kami jalankan bersama dengan YCAB menjadi sarana bagi para guru dan siswa untuk mendapatkan ilmu bagaimana menjadi warga digital yang baik serta membagikan pengalaman mereka kepada lebih banyak orang di sekitarnya,” kata Ruben Hattari, Kepala Kebijakan untuk Facebook di Indonesia.

  • Bagikan