Bersemangat, Anak-Anak Belajar Menulis Cerita di Taman Baca Kali Bambu Probolinggo

  • Bagikan

Probolinggo, Nusantarapos—Bermain bersama adalah kegiatan yang sungguh menyenangkan. Biasanya anak-anak bermain bersama kawan di lingkungan tempat mereka tinggal.

Siang tampak cerah dengan angin sepoi-sepoi dan di sekelilingnya pohon-pohon bambu, daunnya bergoyang-goyang, dan air sungai pun tampak jernih, di Kali Bambu, Desa Kalikajar Wetan, Paiton, Probolinggo, seorang pegiat literasi, Saifullah, membimbing anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) untuk belajar menulis cerita.

Saifullah mengungkapkan, kegiatan ini merupakan program kegiatan Taman Baca Kali Bambu yang diharapkan agar seusia mereka sudah memiliki bekal menulis.

“Saya ajari bagaimana mereka menulis cerita. Saya ajari menulis cerita pengalaman anak-anak di lingkungan Taman Baca Kali Bambu agar mereka memiliki bekal menulis,” ujar Saifullah mengungkapkan penuh semangat, Senin (18/10/2021).

Dengan tetap memakai protokol kesehatan, anak-anak di lingkungan Taman Baca Kali Bambu belajar menulis. Mereka yang berkumpul dalam kegiatan menulis cerita ini antara lain Faiz, Alan, Jel, Melfin, Sai, Ilham, Rofik dan Fait.

Mereka bersepakat untuk melaksanakan program kegiatan seperti, mengerjakan tugas sekolah, baca buku dan belajar menulis yang dijadwalkan pada malamnya, pukul 19.00 WIB.

“Anak-anak perlu diarahkan agar mereka lebih mudah menghasilkan karya dalam menulis dan berkembang dalam penulisannya,” tuturnya.

Saifullah, yang akrab dipanggil Cak Ipul, selain sebagai pendiri Taman Baca Kali Bambu, dia juga sebagai Ketua Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (PD-GPMB) Kabupaten Probolinggo periode 2021-2025, memberikan buku-buku bacaan kepada anak-anak.

“Saya sendiri mendekati kepada anak-anak di lingkungan Taman Baca Kali Bambu, mengajak mereka, menyesuaikan kesukaan bermainnya mereka, dan memberikan cara bagaimana yang terbaik, agar tidak hanya bermain tapi juga diharapkan dari permainannya itu untuk dituliskan dan dijadikan buku. Agar mereka semakin bersemangat, saya sendiri memberikan buku kepada mereka, setelah berkembang, apalagi berhasil karyanya dijadikan buku, maka kemudian akan mendapatkan buku lebih banyak lagi. Diharapkan buku-buku di rumahnya juga dibuatkan rak,” kata Cak Ipul.

“Bilang ya ke orang tuanya agar membuat rak buku di rumahnya masing-masing. Dan rawat buku-bukunya, dibaca dan teruslah menulis,” pesannya kepada anak-anak yang telah diajarkan menulis. (ADL & SIP)

  • Bagikan