KNPI : Bendera One Piece Jangan Dipolitisasi, Itu Ekspresi Anak Muda

JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua DPP KNPI sekaligus Koordinator Nasional Gerakan Muda Pembaharu, Muhammad Natsir, menanggapi polemik pengibaran bendera bergambar simbol One Piece yang sempat viral menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI. Ia menilai hal itu tidak perlu dibesar-besarkan dan justru merupakan bagian dari ekspresi kreatif anak muda di era demokrasi modern.

“Bendera One Piece yang dikibarkan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tidak perlu dibesar-besarkan. Itu tren anak muda yang bisa dipahami sebagai media kritik dalam era demokrasi yang terbuka,” ujar Natsir di Jakarta, Rabu (7/8/2025).

Menurut Natsir, ekspresi publik seperti ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang selama ini terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.

“Ini justru harus menjadi semangat kerja keras bagi seluruh pembantu Presiden. Pemerintahan ke depan harus lebih serius dan menyentuh masyarakat bawah, terutama kalangan muda, jika tren ini hendak diasosiasikan sebagai bentuk kritik,” tambahnya.

Natsir juga mengapresiasi pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, yang sebelumnya menyebut bahwa pengibaran simbol One Piece tidak perlu dipermasalahkan selama tidak disalahgunakan atau mengandung unsur provokasi.

“Pernyataan Pak Dasco sangat tepat. Ini bagian dari dinamika sosial anak muda yang kreatif. Tidak perlu dipolitisasi atau diarahkan sebagai gerakan yang ingin memecah belah bangsa,” tegas Natsir.

Ia menegaskan, tren pengibaran bendera tokoh-tokoh populer di kalangan generasi muda bukan hal baru dan telah lama terjadi dalam berbagai bentuk ekspresi.

“Kalau ada pihak-pihak yang mencoba mempolitisasi tren ini, apalagi sampai mengarahkan pada agenda pecah belah di tengah komunikasi politik Presiden Prabowo yang sedang berlangsung, itu justru kontraproduktif,” tutupnya