JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua Umum Emak Muda Relwan Prabowo (EMUD) Oktasari Sabil, angkat bicara menanggapi gelombang demonstrasi mahasiswa dan aliansi masyarakat sipil terkait kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belakangan ini.
Oktasari menegaskan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi dan kritik demi kemajuan bangsa.
“Kritik yang disampaikan harus tetap objektif, berbasis data yang valid, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi pihak tertentu yang sengaja diembuskan untuk menciptakan kegaduhan nasional”, ujar Oktasari, Selasa (16/6/2026).
Menjawab tuntutan krusial mengenai kondisi ekonomi dan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Oktasari memastikan bahwa pemerintah pusat saat ini sedang bekerja keras menata ulang dan melakukan stabilisasi fiskal serta menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Ia menjelaskan bahwa seluruh program strategis, termasuk tata kelola anggaran, dirancang dengan sistem pengawasan ketat dan transparansi tinggi demi mencegah kebocoran. Menurutnya, program-program tersebut justru berfokus pada pemerataan kesejahteraan jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dari kota hingga ke wilayah pelosok.
Oktasari juga mengimbau aliansi mahasiswa untuk tidak terjebak dalam pusaran hoaks atau ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu yang ingin memperkeruh suasana.
Dirinya mengajak mahasiswa lebih mengedepankan ruang dialog formal dan audiensi konstruktif bersama pemerintah
“Kami sebagai relawan berkomitmen untuk selalu membuka pintu komunikasi guna menyerap aspirasi tersebut dan meneruskannya langsung ke tingkat pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan yang pro-rakyat”, pungkas Oktasari.

