Banyuwangi, NUSANTARAPOS – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Sina Genteng Banyuwangi bersama para santri di Pesantren Tapal Kuda akan mendeklarasikan “Solidaritas Santri Nusantara”. Tujuan dari deklarasi tersebut adalah untuk merevolusi akhlak generasi muda yang saat ini mulai terdegradasi moral.
“Para santri sangat prihatin melihat generasi z (gen z) yang memiliki pendidikan tinggi dan berada di universitas ternama di republik ini, namun pola pikirnya tidak memikirkan norma kehidupan yang ada,” kata Pimpina Ponpes Ibnu Sina Genteng Banyuwangi KH. Maskur Ali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut Kiai Maskur mengatakan di dalam pondok pesantren para santri selalu diajarkan etika moral untuk bisa saling menghargai sesama umat, terlebih terhadap pemimpin kita dan tokoh bangsa ini. Sehingga melihat ada generasi z yang memiliki etika kurang hormat menjadi miris, meskipun kita hidup di alam demokrasi namun etika tetap dikedepakan.
“Oleh karena itu para santri berkumpul untuk bertukar pikiran demi menjaga kedamaian bangsa ini. Untuk itu kami mengumpulkan pondok pesantren seluruh Tapal Kuda guna mendorong para santri menjadi santri yang cerdas dan mengerti adab,” ujarnya.
Kiai Maskur menjelaskan dalam deklarasi Solidaritas Santri Nusantara nanti rencananya akan dihadiri kurang lebih 5.000 santri, untuk itu saat ini kami sedang mempersiapkan semuanya secara matang. Terkhusus santri di Tapal Kuda akan menjadi barometer pulau Jawa dan Indonesia Timur.
Adapun KH. Maskur Ali sendiri akan menjadikan momen ini sebagai perekat dan penerus bangsa. Dalam persiapan itu KH. Maskur Ali didampingi oleh H. Dody Iwa Kusuma Jaya yang sudah memiliki pengalaman berorganisasi secara nasional.
Deklarasi tersebut juga diudang tokoh-tokoh bangsa, salah satunya Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo. Tujuan menghadirkan tokoh tersebut adalah agar para santri lebih bersemangat dan bisa menjadi panutan.

