Mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin PBL III bersama Masyarakat dari Desa Donri-Donri, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng setelah program kerja edukasi dan aksi peduli memilah sampah di pasar tajuncu pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan, mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) sukses menggelar aksi peduli lingkungan di Pasar Tajuncu, Desa Donri-Donri, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, pada Jumat (3/7).
Kegiatan yang bertajuk “GEMAR LIMPUT PISANG” (Lihat Sampah Pungut Pisah Sampah Organik dan Anorganik) ini memadukan edukasi interaktif dan aksi nyata pemilahan sampah langsung di area pasar. Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap pentingnya pengelolaan limbah pasar yang berkelanjutan demi mencegah risiko penularan penyakit dan pencemaran lingkungan.
Aksi penggerakan aset komunitas ini mendapat dukungan penuh dan dihadiri oleh Kepala Desa Donri-Donri, Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta partisipasi aktif dari masyarakat dan pedagang Desa Donri-Donri.
”Kolaborasi ini adalah bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam menggerakkan aset potensial di desa. Pasar adalah pusat ekonomi sekaligus sumber limbah yang besar, sehingga edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di sini menjadi sangat krusial untuk kesehatan lingkungan kita,” ujar Pak Ruslan S. KM., MM selaku tim dari puskesmas bagian kesehatan lingkungan, Jumat (3/7).
Selain melakukan aksi pungut dan pilah sampah bersama warga, mahasiswa PBL III FKM Unhas juga memasang plang informasi edukatif di area strategis pasar. Plang tersebut memuat panduan praktis mengenai perbedaan serta cara memilah sampah organik dan anorganik, yang diharapkan dapat menjadi pengingat visual jangka panjang bagi para pengunjung maupun pedagang pasar.
Pihak Puskesmas melalui Tim Kesling serta Kepala Desa Donri-Donri memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, tenaga kesehatan, dan aparat keamanan (Babinsa & Bhabinkamtibmas) ini diharapkan dapat menjadi pemantik perubahan perilaku masyarakat Donri-Donri menuju pola hidup yang lebih bersih dan sehat

