BERITA  

Realisasi Belanja APBN di Tuban Capai 56 Persen, Dana Desa Tembus 77 Persen

Tuban – Nusantarapos.co.id- Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Tuban hingga periode juni 2026 menunjukkan kenaikan.

 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban, realisasi belanja negara telah mencapai Rp1,084 triliun atau 56 persen dari total pagu sebesar Rp1,942 triliun.

 

Nominal itu terbagi dalam berbagai pembelanjaan. Dari sisi belanja pemerintah pusat, realisasi mencapai Rp161,03 miliar atau 52 persen dari pagu Rp308,40 miliar. Capaian tersebut terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp116,77 miliar (58 persen), belanja barang Rp38,53 miliar (50 persen), dan belanja modal Rp5,73 miliar atau baru 20 persen dari pagu yang tersedia.

Disoal adanya kepatuhan bendahara satuan kerja dalam kinerjanya terbilang sangat bagus. Hal itu disebutkan oleh Gallyh Wardhana, Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker, KPPN Tuban. Menurutnya kepatuhan ini adalah bagian dari intregitas dan etos kerja.

 

“Kebetulan saya sendiri yang membidangi pencairan para bendahara itu. Untuk satker yang dibawah kementrian semuanya bagus kepatuhannya, ” serunya, kemaren saat pres rilisnya di kantor KPP Pratama Tuban dalam acara media breafing, Selasa (28/7).

Sementara itu, untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp922,64 miliar atau 56 persen dari pagu Rp1,634 triliun. Rinciannya meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp133,47 miliar (56 persen), Dana Alokasi Umum (DAU) Rp505,13 miliar (57 persen), serta Dana Transfer Khusus (DTK) Rp201,97 miliar atau 51 persen.
Untuk Dana Transfer Khusus, realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik masih rendah, yakni Rp3,71 miliar atau 25 persen dari pagu Rp14,85 miliar.

 

Sebaliknya, DAK Nonfisik telah tersalurkan sebesar Rp198,26 miliar atau 52 persen dari pagu Rp383,90 miliar.
Adapun penyaluran Dana Desa menjadi komponen dengan capaian tertinggi. Hingga akhir Juli 2026, Dana Desa yang telah disalurkan mencapai Rp82,07 miliar atau 77 persen dari pagu sebesar Rp106,75 miliar.

 

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, beberapa komponen menunjukkan peningkatan, seperti Dana Desa yang naik dari realisasi sekitar 69 persen menjadi 77 persen, serta Dana Alokasi Umum yang meningkat dari 40 persen menjadi 57 persen. Namun demikian, penyaluran DAK Fisik masih memerlukan percepatan karena realisasinya masih relatif rendah.

Pemerintah berharap percepatan pelaksanaan kegiatan oleh kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan pada semester kedua tahun 2026 agar penyerapan anggaran semakin optimal. Percepatan belanja negara diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, mendukung pembangunan infrastruktur, memperkuat layanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban. (Fie).