Penerimaan Pajak KPP Pratama Tuban Tumbuh 8,51 Persen, Capai Rp99,8 Miliar

Tuban – Nusantarapos.co.id- Kinerja penerimaan pajak yang dikelola Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban hingga akhir Semester I Tahun 2026 menunjukkan angka kenaikan. Realisasi penerimaan pajak neto tercatat sebesar Rp99,80 miliar atau 28,70 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp347,70 miliar.

Capaian tersebut juga mencerminkan pertumbuhan positif sebesar 8,51 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan penerimaan sempat mencapai puncaknya pada April sebesar 30,86 persen, sebelum berada di level 18,54 persen pada Mei dan 8,51 persen pada akhir Juni.

Kepala KPP Pratama Tuban, Hanis Purwanto, mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan kondisi penerimaan pajak di Kabupaten Tuban masih berada pada jalur yang positif meskipun tantangan ekonomi dan dinamika dunia usaha masih berlangsung

Secara perhitungan ekonomi, untuk usaha di kota Ronggolawe ini juga dinilai baik dan meningkat. Sebab, dilihat Year on Year (YoY) atau pertumbuhan dari tahun sebelumnya ada kenaikan prosentase . Indikasi ini menunjukkan trend positif bagi perdagangan dan usaha.

“Alhamdulillah hingga akhir Semester I Tahun 2026 penerimaan pajak di KPP Pratama Tuban masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah kerja kami masih terjaga dan kepatuhan wajib pajak juga terus membaik,” ujar Hanis Purwanto saat media briefing di Kantor KPP Pratama Tuban, Selasa (28/7).

Hanis menjelaskan, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib masih menjadi penyumbang penerimaan terbesar dengan realisasi mencapai sekitar Rp36,48 miliar, meski sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp39,31 miliar.

Di sisi lain, beberapa sektor usaha menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mencatat penerimaan sekitar Rp25,67 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,17 miliar.

Peningkatan juga terjadi pada sektor Industri Pengolahan yang mencapai Rp5,10 miliar, naik dari Rp2,92 miliar pada Semester I 2025. Sementara sektor Konstruksi turut tumbuh menjadi Rp4,62 miliar, dibandingkan Rp2,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun sektor Pejabat Negara, Karyawan, Pensiunan dan Tenaga Kerja membukukan penerimaan sebesar Rp6,73 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp6,23 miliar.

Menurut Hanis, pihaknya akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatan pengawasan berbasis data, edukasi kepada wajib pajak, serta pemberian layanan yang semakin mudah dan berkualitas.

“Kami akan terus mengedepankan pendekatan yang persuasif dan edukatif kepada wajib pajak. Di sisi lain, pengawasan terhadap potensi perpajakan juga terus diperkuat agar target penerimaan tahun 2026 dapat dicapai secara optimal. Kami berharap dunia usaha di Kabupaten Tuban terus tumbuh sehingga memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara,” pungkasnya. (Fie).