banner 970x250
DAERAH  

Gelar RKPD 2024, Bupati Trenggalek Fokus Pada Pelayanan dan Lingkungan

TRENGGALEK – Konsultasi publik dalam rangka mengawali Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024 digelar. Bertempat di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari RKPD berfokus pada pembahasan kelestarian alam, pendekatan pelayanan dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Dengan melihat perjalanan kebelakang, akibat cuaca ekstrem dalam kurun satu tahun kemarin banyak kerugian yang bisa dihitung oleh pemerintah berupa material pembangunan atau investasi infrastruktur sebesar kurang lebih Rp. 200 miliar. Akhirnya menjaga kelestarian lingkungan menjadi hal wajib yang harus di lakukan.

“Ada Rp 200 miliar hilang dalam kurun waktu 12 bulan akibat banjir dan longsor di tahun kemarin,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, dengan mengusulkan pelestarian lingkungan serta pendekatan pelayanan serta mengentaskan kemiskinan ekstrem dalam RKPD ini dapat menanggulangi beberapa permasalahan di tahun mendatang.

Selain itu akasan lainnya, karena dalam kurun satu tahun kemarin ada kerugian yang bisa dihitung oleh pemerintah berupa material pembangunan atau investasi infrastruktur yang sudah dilaksanakan kurang lebih Rp. 200 miliar. Semua itu hilang dalam hanya kurun waktu 12 bulan saja akibat banjir dan longsor.

“Belum lagi termasuk kerugian yang diderita oleh masyarakat karena aktivitasnya terhenti dan lain sebagainya,” ucapnya.

Ditambahkan Gus Ipin, semua jangan lupa bahwa ada yang namanya disaster cost yang membengkak sewaktu-waktu dan bisa mengganggu kegiatan perencanaan kita yang berlangsung reguler sejak awal.

Maka cita-cita pemerintah dalam hal ekonomi dan ekologi itu bisa berjalan seiringan. Dimana menjaga kelestarian lingkungan ini bisa memberikan value terhadap perlindungan alam, kemudian bisa bermanfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

Seperti halnya menanam tanaman tegakan keras kemudian dipilih tanaman yang buahnya dapat dipanen oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis. Melestarikan lingkungan ini menjadi penting karena dalam RPJMD, sudah disepakati bersama bawasannya salah satu indikator besar renjana jangka menengah Trenggalek adalah indeks kota hijau.

“Nanti di dalamnya terdapat beberapa indeks mulai dari indeks risiko bencana hingga indeks pembangunan berkelanjutan,” tutur Gus Ipin.

Target ini disampaikan Gus Ipin dengan harapan bisa adil terhadap generasi hari ini dan generasi yang akan datang. Dari beberapa permasalahan itu, beberapa terobosan dilakukan seperti Makaryo Ning Desi Hebat (Mening Deh) yang digelar setiap Hari Rabu.

Dengan mendatangi desa secara langsung diharapkan bisa menginventarisasi masalah yang ada, kemudian menentukan jalan penyelesaian secara on the spot. Dalam kegiatan itu sekitar 40% kekuatan digeser ke desa guna melakukan inventarisasi.

“Tujuannya agar susunan anggaran pemerintah nantinya benar-benar berbasis masyarakat. Maka dalam kegiatan ini semua layanan dibawa ke desa,” pungkasnya. (Rudi)