Jelang Pemilu 2024, Kholiq Ingatkan Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Suasana sosialisasi cegah intoleransi dan radikalisme bersama kesbangpol Jawa Timur

TRENGGALEK, NUSANTARAPOS, – Kholiq Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur menggelar sosialisasi cegah intoleransi dan radikalisme.

Upaya pencegahan tersebut terus dilakukan terlebih menjelang pesta demokrasi atau Pemilu 2024. Agar masyarakat lebih paham dan mengerti apa yang di maksud radikalisme dan intoleransi.

Kholiq usai sosialisasi menyampaikan bahwa sosialisasi cegah tangkal paham radikalisme ini untuk memberikan informasi dan pembelajaran secara bersama-sama tentang penyebaran paham radikalisme.

Apalagi dengan perkembangan jaman dimana era digital maka saat ini polanya mengalami perubahan yakni memanfaatkan teknologi informasi seperti Twitter, Facebook, instagram dan juga media sosial lainnya.

“Ini bertujuan agar kedamaian dalam masyarakat bisa kondusif dan tidak terancam,” tutur Kholiq.

Kholiq juga menerangkan untuk situasi jawa timur sendiri saat ini cukup kondusif, alhamdulillah tidak ada kejadian radikal atau teroris yang terjadi. Maka ini harus di pertahankan, apalagi mendekati pemilu.

Ia juga menyebut bahwa sifat radikalisme berubah dengan cepat, menggunakan kekerasan dan mengatasnamakan paham keagamaan. Terorisme bersifat menghalalkan segala cara, bunuh diri dianggap jihad, merampas otoritas Tuhan.

“Beragama hanya surga neraka dan semangat melangit pemahaman nihil dan merasa terasing,” ungkapnya.

Sedangkan tentang intoleransi Kholiq menjelaskan bahwa ada orientasi negatif atau penolakan seseorang terhadap hak-hak politik dari kelompok yang tidak disetujui.

Intoleransi bersifat eksklusif, paling merasa benar, dan tidak siap menghadapi perbedaan. Maka dari itu sosialisasi dalam rangka pencegahan faham radikalisme dan intoleransi ini harus dilakukan demi menangkal bahaya yang menjadikan perpecahan.