PANGKALAN KERINCI, NUSANTARAPOS – Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Pelalawan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Balai Seminai, Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Pelaksana Tugas Kemenag, Asisten I Setda Pelalawan Zulkifli, S.Ag., serta sejumlah kepala OPD terkait. Manasik haji ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan calon jemaah sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, H. Husni Tamrin menegaskan bahwa manasik bukan sekadar seremonial, melainkan bekal utama agar jemaah mampu menjalankan ibadah haji dengan benar dan khusyuk.
“Manasik ini sangat penting. Ikuti setiap arahan pembimbing dengan serius, pahami setiap tahapan ibadah, dan jangan ragu untuk bertanya jika belum mengerti,” tegasnya.
Wabup mengingatkan para jemaah untuk menjaga sikap selama berada di Tanah Suci, termasuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling membantu, terutama kepada jemaah lanjut usia.
Berbagi pengalaman saat menunaikan ibadah haji pada tahun 2007/2008, Wabup menyebut bahwa nilai kebersamaan menjadi salah satu kunci utama kelancaran ibadah. “Saya dulu termasuk jemaah termuda, tapi harus siap membantu yang lebih tua. Di situlah terasa kuatnya nilai kekeluargaan dalam ibadah haji,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengimbau jemaah agar tidak terpengaruh oleh perbedaan kebiasaan yang akan ditemui di Mekkah, dan tetap fokus menjalankan ibadah sesuai tuntunan. “Banyak perbedaan yang akan kita lihat di sana. Tidak perlu diperdebatkan, fokus saja pada ibadah kita,” pesannya.
Kepada petugas haji, Husni Tamrin juga menekankan pentingnya pelayanan maksimal, khususnya bagi jemaah lansia. Sementara kepada para jemaah, ia mengingatkan agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. “Kalau merasa kurang sehat, segera laporkan ke petugas medis. Ibadah ini butuh kesiapan fisik dan mental,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wabup mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak doa, tidak hanya untuk kelancaran ibadah, tetapi juga untuk keselamatan bangsa dan para pemimpin.
“Semoga seluruh jemaah diberi kemudahan, kesehatan, dan kembali sebagai haji dan hajjah yang mabrur,” tutupnya.

