SIDOARJO, NUSANTARAPOS – Pelayanan tamu, jauh dari tatakrama dan etika kesopanan yang diterapkan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Sidoarjo mulai mendapat sorotan banyak pihak. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo telah mendapat sejumlah laporan serta keluhan terkait hal itu. Rencananya dalam waktu dekat, DPRD Sidoarjo akan mengagendakan pembahasan masalah tersebut dengan memanggil sejumlah pihak terkait.
“Kami sudah mendengar laporan dari beberapa orang. Secepatnya akan diagendakan untuk memanggil dan mengumpulkan pihak-pihak terkait agar permasalahan ini tidak terulang di sekolah-sekolah lainnya,” beber Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis petang (16/4/2026).
Cak Nasih, panggilan akrab politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpendapat, pada tahap awal pembahasan, pihaknya akan menggelar rapat terbatas dengan mengundang Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, ia juga akan mengundang Komisi D DPRD Sidoarjo serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo.
“Penting untuk kita dengarkan keterangan Pak Ilhamuddin dari Baznas dan Pak Tarkit dari komisi D yang mengalami kejadian langsung di SMK PGRI 2 Sidoarjo. Nanti biar UPTD menyimak dan menyampaikan langkah seperti apa yang sebaiknya dilakukan,” tegas Cak Nasih.
Menurutnya tidak tertutup kemungkinan DPRD juga akan memanggil kepala SMK PGRI 2 Sidoarjo untuk menjelaskan standar pelayanan tamu yang diterapkan sekolah. Pemanggilan ini akan dilakukan jika diperlukan setelah DPRD Menggelar pertemuan terbatas.
“Kejadian yang seperti ini, harapannya tidak menjadi fenomena bola salju atau ditiru oleh SMK lainnya hingga jadi menggunung. Karena itu segera secepatnya, akan kami gelar pertemuan awal. Selanjutnya pada rapat berikutnya bisa dibahas penegakan etika bersama perwakilan dari Provinsi,” tegas Ketua DPC PKB Sidoarjo ini.
Cak Nasih menduga kasus seperti ini tidak hanya terjadi di SMK PGRI 2 Sidoarjo saja. Namun bisa saja ada di sekolah lain. Oleh karena itu, ia berkeinginan melakukan evaluasi menyeluruh bagi sekolah lainnya.
“Yang terjadi di SMK PGRI 2 Sidoarjo bisa jadi pintu pembuka kotak pandora. artinya bisa saja ada di sekolah lain. Maka perlu dilakukan evaluasi oleh semua pihak. Jangan terjadi hal semacam itu lagi. Wes nahan ijazah, etika sekolah terhadap tamu juga tidak baik,” tandas Cak Nasih.
Konteksnya dalam hal ini, DPRD Sidoarjo hadir melindungi warga. Supaya tidak ada lagi penahanan ijazah kelulusan dan merendahkan para tamu yang datang ke sekolah.
“Jangan lagi ada ijazah anak dari warga Sidoarjo yang ditahan sekolah. Selain itu, sekolah juga harus menghormati dan melayani tamu dengan baik. Tidak boleh lagi, sekolah kehilangan tatakrama dan etika kesopanan,” pesannya memberikan tekanan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum Baznas Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin mendatangi SMK PGRI 2 Sidoarjo bertujuan melunasi tunggakan seorang siswi yang telah lulus dan ijazahnya ditahan sekolah. Upaya tebus ijazah yang dilakukan Baznas Sidoarjo berhasil. Namun dibalik proses penebusan ijazah itu, Ilhamuddin justru mendapat perlakuan kurang baik dari sekolah.
Ia tidak dipersilahkan masuk ruangan untuk duduk. Malah dibiarkan berdiri di dekat pintu gerbang sekolah. Bahkan petugas keamanan dan seorang guru setempat mengarahkan Ilhamuddin untuk menuju loket antrian pembayaran SPP.
Sikap tak menghormati tamu juga dialami anggota komisi D DPRD Sidoarjo, H. Tarkit Erdianto, SH, MH. Politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu datang ke SMK PGRI 2 Sidoarjo untuk melakukan validasi murid yang ijazahnya ditahan sekolah.
Bukannya diterima dengan baik dan dipersilahkan masuk. Ia hanya ditemui petugas keamanan di depan pintu gerbang sekolah yang tertutup rapat. Saat itu, security menyampaikan kepada Tarkit bahwa kepala sekolah dan empat Wakasek tidak ada ditempat. Sebagai wakil rakyat, Tarkit menyesalkan standar pelayanan sekolah yang dinilai jauh dari tatakrama dan etika kesopanan. (Aryo).

