GRESIK,NUSANTARAPOS,-Pemberdayaan UMKM di Desa Slempit terus dilakukan melalui pengembangan produksi celengan tradisional pada Jumat (24/4/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar lebih mandiri dan produktif. Kerajinan celengan tanah liat dipilih karena memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.
Dalam prosesnya, para pengrajin seperti Doni terlibat langsung mulai dari pembentukan, pengecatan, hingga tahap finishing produk. Setiap tahapan dilakukan dengan pendampingan agar hasil yang diperoleh lebih berkualitas. Hal ini juga mendorong peningkatan keterampilan para pelaku UMKM dalam mengolah produk kerajinan.
Satgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik turut memberikan dukungan dalam kegiatan pemberdayaan tersebut. Sertu Bambang ikut membantu proses produksi serta memberikan arahan teknis kepada pengrajin. Sinergi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi desa.
Sekarang kami lebih semangat untuk berinovasi,” katanya. Ia mulai mencoba membuat variasi produk baru. Kreativitasnya semakin terasah.
Dengan adanya pendampingan tersebut, produk celengan tradisional Desa Slempit diharapkan semakin berkembang dan memiliki daya saing di pasar. Peningkatan kualitas produksi menjadi fokus utama agar produk dapat diterima lebih luas oleh konsumen. Program ini sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Program ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Pemberdayaan ekonomi juga menjadi prioritas penting. TMMD mampu menjawab kebutuhan tersebut.

