GRESIK,NUSANTARAPOS,- Antusiasme warga dalam membantu proses pembangunan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Kebersamaan ini menjadi modal sosial penting dalam pembangunan desa.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD menjadi wujud nyata kontribusi pembangunan dari desa untuk Indonesia. Melalui program ini, TNI bersama masyarakat berupaya meningkatkan kualitas hidup warga dengan menyediakan hunian yang layak. Langkah ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan dari pinggiran.
Pelaksanaan RTLH di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik menjadi contoh konkret sinergi antara TNI dan masyarakat. Warga secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari persiapan hingga pengerjaan struktur rumah. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Pada kegiatan Senin (27/4/2026), proses pembangunan memasuki tahap pengerjaan pondasi rumah milik Ibu Eka Irawati di RT 24 RW 04. Satgas TMMD bersama warga bekerja bahu-membahu dalam proses pembesian dan pengecoran awal. Semangat kebersamaan tersebut mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan sosial.
Kegiatan ini dipimpin oleh Sertu Nur Kholison dari Satgas Arhanud dengan pengawasan Kapten CKE Sunandar selaku Danramil 0817/15 Bungah. Keduanya memastikan pekerjaan berjalan dengan baik, aman, dan sesuai rencana. Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat memberikan motivasi serta rasa aman bagi warga.
Melalui program RTLH TMMD, tidak hanya rumah yang dibangun, tetapi juga harapan dan masa depan masyarakat desa. Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan dari desa mampu memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, Nawa Cita untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat semakin nyata terwujud.

