HUKUM  

Ahli Waris Tanah yang Digunakan untuk SD Watukarung Merasa Dibohongi Pemkab Pacitan

SD Negeri Watukarung (Foto: Joko)

PACITAN,NUSANTARAPOS,- Sungguh malang ketiga ahli waris yang tanahnya dibangun digunakan untuk kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) Watukarung ini. Mereka hanya mendapatkan janji-janji palsiu dari Pemerintah Kabupaten Pacitan. Padahal tanah ini sudah digunakan berpuluh-puluh tahun lamanya. Bagi ahli waris dari Resosumarto/ Tukiman bapaknya Bu Suparti.

Menurut salah satu ahli waris, Joko Suparyadi mengatakan bahwa saat itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Budiyanto akan menyelesaikan masalah sengketa tanah ini sebelum pensiun akhirnya pupus di tengah jalan.

“Katanya sebelum pensiun mau menyelesaikan tanah SD Watukarung karena beliau tidak mau membebani atau meninggali masalah kepada kepala Dinas berikutnya. Intinya saat itu saya disuruh menghadap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pacitan, semua itu sudah dianggarkan lewat Perkim,” kata Joko, Senin (11/5/26).

Mendengar ungkapan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan saat itu Joko pun menanyakan ke kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Heru Tunggul. Dirinya mengatakan semua berkas sudah di Sekda.

Namun kenyataannya, setelah Joko Suparyadi ingin menemui Sekda melalui ajudannya, hingga saat ini sama sekali belum dihadapkan sekda.

Tentu saja, dengan sikap yang seperti ini Joko merasa diombang-ambingkan dan dibohongi. Terlebih lagi dirinya mendengar, pada dua bulan lalu Kepala Dinas Pendidikan Pandu diundang ke Desa Watukarung bersama adiknya Joko dan Muspika. Hal ini tentu baginya merasa janggal. “Kenapa hanya satu orang yang diundang dari pihak ahli waris saja? Padahal ada 3 ahli waris?” tanyanya merasa heran.

Kemudian setelah mendengar seperti itu, pada Kamis kemarin menurut cerita yang diterima Joko pihak desa dan Dinas Pendidikan terjadi semacam pembagian tugas, dimana pihak desa disuruh mengondisikan pemilik, terus kepala dinas Pendidikan mau mengadakan pendekatan dengan keluarga. Namun hingga saat ini pun tidak ada kejelasan.

Karena sering dibohongi, Joko akan segera melangkah dan berupaya bagaimana tanah milik keluarganya kembali ke keluarganya. “Kalau dulu saya masih iya-iya, tapi kalua sekarang yan anti dulu?. Saya harus menyelesaikan itu segera,” pungkasnya.