Ingin Perkuat Kepemimpinan Maritim & SDM Pelaut Indonesia, IMMA Sampaikan Policy Paper ke BPSDM Perhubungan

Jakarta, NUSANTARAPOS – Indonesia Master Mariner Association (IMMA) melaksanakan audiensi resmi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan) dalam rangka penyampaian Policy Paper bertajuk “Penguatan Kepemimpinan Maritim dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pelaut Indonesia”. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kepala BPSDM Perhubungan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Suharto, A.TD., M.M., selaku Kepala BPSDM Perhubungan, didampingi oleh Budi Rahardjo, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDMPL).

Turut hadir mendampingi jajaran BPSDM Perhubungan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) sektor pendidikan dan pelatihan pelayaran, antara lain Capt. Chanra Purnama, M.M.Tr., M.Mar – Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta (STIP) Jakarta, Dr. Capt. Anisah, M.M.Tr., M.Mar – perwakilan Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran Jakarta (BP3IP) Jakarta dan Asep Yedi Heryadi, M.M., M.Mar – perwakilan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut.

Selain itu, audiensi juga diikuti secara daring oleh para pimpinan institusi pendidikan pelayaran di lingkungan BPSDM Perhubungan, yaitu Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Direktur Politeknik Pelayaran Malahayati, Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Direktur Politeknik Pelayaran Barombong, Direktur Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, Direktur Politeknik Pelayaran Sorong, serta Kepala Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat dan Umum Sekretariat BPSDM Perhubungan.

Capt. Hyronimus A Taneh, M.Mar (Ketua Dewan Pembina IMMA) saat menyerahkan Policy Paper.

Dalam audiensi tersebut, Presiden Indonesia Master Mariner Association, Assoc. Prof. Dr. Capt. H. Akbar Yahya Yogerasi, M.Mar., PhD, hadir didampingi oleh jajaran pimpinan dan pengurus IMMA, yaitu Capt. Sugiyanto, M.Mar., selaku Sekretaris Jenderal IMMA, Capt. Hyronimus A Taneh, M.M.Tr., M.Mar., selaku Ketua Dewan Pembina IMMA, Capt. Y. Bima Setiawan, M.Mar., selaku Ketua Dewan Penasihat IMMA, Capt. Abdul Manan Siregar, S.H., M.M., selaku Ketua Dewan Pengawas IMMA, Capt. Timbul Arifin, M.M., M.Mar., selaku Wakil Presiden I IMMA, Capt. Muhammad Jauhari, M.M., M.Mar., selaku Wakil Presiden III IMMA dan Capt. Tazkiyah, M.M., M.Mar., selaku Wakil Sekretaris Jenderal III IMMA..

Dalam kesempatan tersebut, IMMA menyampaikan sejumlah pokok pikiran strategis terkait penguatan kepemimpinan maritim nasional, peningkatan profesionalisme pelaut Indonesia, serta pengembangan sumber daya manusia maritim yang adaptif terhadap perkembangan industri pelayaran global, digitalisasi maritim, standar keselamatan internasional, dan perlindungan lingkungan laut.

Policy Paper IMMA menekankan pentingnya pembangunan Maritime Leadership Framework nasional yang tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga mencakup aspek kepemimpinan operasional kapal, Human Element, Leadership and Management (HELM), budaya keselamatan pelayaran, etika profesi, pengambilan keputusan maritim, Bridge Team Management, serta penguatan integritas dan profesionalisme pelaut Indonesia.

Selain itu, IMMA juga menyampaikan pentingnya penguatan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan pelayaran, industri maritim, dan organisasi profesi dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, program mentorship maritim, pengembangan budaya keselamatan, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi profesional maritim nasional.

Capt. Y. Bima Setiawan, M.Mar (Ketua Dewan Penasihat IMMA) saat menyerahkan Profil IMMA.

Sementara itu Kepala BPSDM Perhubungan, Suharto, menyampaikan bahwa keberadaan IMMA dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia maritim nasional. Beliau menegaskan bahwa “IMMA adalah mitra sanding, bukan mitra tanding.” Pernyataan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam membangun sektor maritim Indonesia yang profesional, modern, dan berdaya saing global.

Lebih lanjut, Kepala BPSDM Perhubungan juga menyampaikan bahwa untuk langkah dan tindak lanjut program kerja sama ke depan, IMMA dipersilakan untuk melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDMPL), Budi Rahardjo, S.Sos., M.Si., guna memperkuat komunikasi kelembagaan dan pengembangan program kolaboratif di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesionalisme maritim.

Presiden Indonesia Master Mariner Association, Akbar Yahya Yogerasi, menyampaikan bahwa IMMA berkomitmen untuk menjadi mitra profesional pemerintah dalam mendukung pengembangan SDM maritim Indonesia yang unggul, profesional, kompetitif, dan mampu berkontribusi dalam sistem maritim global.

Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi kelembagaan antara IMMA dan BPSDM Perhubungan dalam mendukung pembangunan kepemimpinan maritim nasional serta pengembangan sumber daya manusia pelaut Indonesia yang berdaya saing global.