TMMD  

Sepi Penjualan Namun Penuh Kenangan: Warung Kopi Desa Tlemang Kehilangan Pelanggan Loreng TMMD 129

Sepi Penjualan Namun Penuh Kenangan: Warung Kopi Desa Tlemang Kehilangan Pelanggan Loreng TMMD 129

0-3840×2160-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;illum:2 scene:0 humanIn:0;

​DESA TLEMANG – Suasana perdagangan skala kecil di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, kembali tenang. Lapak warung kopi, kedai minuman es, dan penjual jajanan perdesaan kini kehilangan deretan pelanggan berseragam loreng seiring selesainya tugas Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan.

​Kembalinya seluruh prajurit TNI ke pangkalan kesatuan masing-masing secara otomatis mengubah kepadatan pengunjung di pusat-pusat warung kopi warga.

​Selama satu bulan penuh, warung kopi menjadi arena interaksi paling hidup di mana prajurit TNI dan warga saling berbaur tanpa memandang jarak kedudukan.

​Gelas-gelas cangkir yang biasanya tak berhenti diseduh dari pagi hingga malam kini tertata rapi di rak lemari para pedagang.

​Wadan Yonif TP 887/KJM Kapten Inf Kankan Khidir yang sempat memantau interaksi prajurit di lapangan memberikan apresiasinya kepada para pemilik warung.

​”Kehadiran warung kopi di Desa Tlemang sangat membantu moril prajurit Satgas TMMD 129 selama bertugas. Di sanalah tempat mereka melepas lelah usai menguras tenaga di lokasi fisik. Sepinya warung saat ini adalah tanda bahwa tugas telah tuntas, namun silaturahmi akan terus terjalin,” ungkap Kapten Inf Kankan Khidir.

​Para pemilik warung kopi mengaku sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari sejarah perjalanan TMMD ke-129 di desa mereka.

​Rasa rindu akan tawa dan obrolan hangat prajurit TNI menjadi topik bahasan utama warga yang kini datang menyeduh kopi di tempat tersebut.

​Dampak infrastruktur jalan dan sarana umum buatan TMMD diyakini bakal terus memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha warung warga ke depan.

​Warung kopi Desa Tlemang yang kini sepi berdiri menyimpan sejuta cerita tentang ketulusan pengabdian prajurit TNI di tengah-tengah masyarakat.