Dinamika Ekonomi Pasca TMMD 129: Warung Minuman dan Jajanan di Desa Tlemang Kembali Sunyi

LAMONGAN – Penutupan resmi program TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan tidak hanya menandai selesainya pembangunan infrastruktur di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Momen kepulangan prajurit Satgas ke kesatuan juga menandai berakhirmya fase keramaian ekstra di warung-warung minuman dan jajanan warga.
Selama penugasan TMMD, warung-warung kecil milik masyarakat mengalami lonjakan pengunjung harian yang amat signifikan berkat kehadiran ratusan personel TNI.
Anak-anak muda desa dan anggota TNI yang biasanya meramaikan malam hari di kedai minuman kini tak lagi terlihat memadati bangku-bangku warung.
Ibu-ibu pedagang yang biasanya sibuk menyiapkan aneka gorengan dan racikan kopi kini kembali melayani pembeli lokal dengan irama yang lebih santai.
Pasiter Kodim 0812/Lamongan mengutarakan bahwa interaksi sosial di warung warga merupakan salah satu indikator kemanunggalan yang sukses.
”Warung minuman dan jajanan di Desa Tlemang telah menjadi posko kehangatan bagi prajurit Satgas TMMD 129. Kami menyadari saat pasukan ditarik kembali ke kesatuan, suasana warung mendadak sepi. Namun kami yakin kebaikan dan kenangan manis yang tertinggal di sana akan abadi,” jelaskannya.
Masyarakat pemilik warung mengaku bangga karena warung sederhana mereka sempat menjadi tempat bernaung dan beristirahat bagi para pengabdi negara.
Perbaikan sarana fasilitas umum yang telah tuntas dikerjakan TNI diharapkan dapat menarik potensi ekonomi baru yang membuat warung warga kembali ramai.
Sinergi antara Pemkab Lamongan, Kodim 0812, dan warga dalam program TMMD 129 terbukti memberi dampak menyeluruh hingga ke sektor usaha mikro.
Kembali sunyinya warung minuman dan jajanan Desa Tlemang menjadi bagian dari dinamika purna tugas TMMD ke-129 yang penuh kesan.
