Masa Pandemi, Bisnis Kos Eksklusif di DIY Justru Berkembang

oleh -

Yogyakarta, Nusantarapos.co.id – Dampak dari pandemi Covid-19 memang cukup dirasakan melanda perekonomian Indonesia, namun Bisnis Hospitality dan Kos Eksklusif tetap bertahan bahkan mampu berkembang.

Salah satu jaringan kost eksklusif pionir bisnis property dan terbesar di Indonesia ‘D’Paragon’, memiliki kiat khusus untuk bisa tetap bertahan meski di tengah masa pandemi Covid-19.

Muhammad Syarif Hidayat, Owner D’paragon mengatakan, bisnis disertakan kepedulian menjadi strategi pengusaha dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

“Kami tidak hanya berbisnis namun juga berusaha untuk memperhatikan kondisi sosial di masyarakat. Saling peduli kita dirasakan sebagai langkah yang tepat,” ujarnya pada saat ditemui Nusantarapos.co di Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/1).

Ia menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19 bulan Maret 2020 lalu hingga saat ini, tetap melakukan bisnis peduli yang mengutamakan pelayanan konsumen atau pelanggan.

Manajemen perusahaan pun dilakukan dengan tetap mempertahankan kinerja karyawan secara tepat dan efektif. Terlebih terkait pemasaran dan promosi, justru dilakukan dengan program yang adaptif.

“Kuncinya kita peduli, baik kepada pelanggan, maupun karyawan, semua harus efektif dan cerdas, bahkan saat promosi pun kita memilih langkah yang adaptif, menyesuaikan dengan aturan dan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

Bukti kepedulian D’Paragon yaitu berbagi selama pandemi, seperti membagikan gratis masker, hand sanitizer, thermometer dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada yang membutuhkan, baik warga sekitar, pelanggan hingga petugas di lapangan

Selain rasa kepedulian, strategi bisnis hingga promosi yang adaptif di era baru pandemi, D’Paragon juga memiliki program berbagi dalam kegiatan bakti sosial.

D’Pragon, sebagai pelopor penggunaan apilkasi berbasis IT, saat ini lebih mempermudah setiap pemesanan secara online.

Demi rasa aman dan nyaman, para pelanggan dapat memesan kamar kost atau hunian sementara melalui website https://dparagon.com/ .

Hidayat menambahkan, pelaku usaha seringkali terjebak sendiri untuk mengiming-imingi  konsumennya dengan kata murah, namun tidak memberikan kualitas secara memadai.

“Perilaku konsumen yang melekat dari dulu sampai sekarang pasti akan mencari barang murah. Akibat perilaku konsumen itu akhirnya sering terjadi perang harga sehingga melupakan kualitas yang diberikan kepada konsumen,” tambahnya.

Untuk itu, D’Paragon lebih bersikap rasional, karena konsumen memilih produk yang bisa menjamin privasi, kenyamanan sekaligus motivasi atau karakter konsumen.

“Kita berafiliasi dengan Djuragan Voucher, sehingga mampu memberikan penawaran murah bahkan penawaran gratis kepada konsumen. Bersama Djuragan Voucher, kami mampu memberikan program nginep dan ngkost gratis untuk konsumennya tanpa harus menurunkan standar kualitas, “imbuhnya.

Saat ini Royal DParagon Land memiliki jaringan usaha di sejumlah kota besar dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, hingga Palembang dan mulai menyasar pulau Kalimantan.

“Ekonomi ke depan pasti akan segera membaik seiring dengan kondisi pandemi Covid yang mulai teratasi. Terlebih saat ini vaksinasi tengah berjalan. Rasa percaya dan optimis di sektor pariwisata, pasti akan bangkit,” kata dia.

Sementara itu, Pakar Perilaku Konsumen, STIE YKPN, Cynthia Manggarani, SE, menyampaikan, perilaku konsumen sangat dinamis, saat ini buyer mengikuti produk yang sehat, aman dan meminimalisir kontak langsung serta mempertimbangkan protokol kesehatan.

Cynthia yang juga merupakan Wakil Koordinator Bidang Humas Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY menambahkan, ada hal menarik ketika perusahaan yang lebih peduli akan kondisi sosial lingkungannya, akan bisa menarik konsumen memilih produk berbasis motivasi.

“Perilaku konsumen memang menjadi bagian penting saat sebuah perusahaan menentukan harga produk, sebab tak hanya memilih yang sesuai antara harga dan produk, konsumen juga menikmati produk yang berkualitas dan bisa menggambarkan citra dirinya,” ujarnya. (AKA).