Waspadai Syndrome Patah Hati di Masa Pandemi Corona Virus

oleh -

NUSANTARAPOS.CO.ID – Bagi setiap orang yang lagi patah hati di tengah pendemi saat ini jangan diperam akan tetapi jangan pula dibiarkan melaju tanpa aba-aba, namun kita harus menyadari bahwa kita tetap punya kendali atas apa-apa yang harus kita lakukan untuk sembuh atau pulih ke kehidupan normal kita sebelumnya.

Lebih-lebih lagi bagi orang yang putus cinta di masa corona virus mungkin sebagian generasi muda-mudi, mungkin berat apalagi momennya di musim pendemi covid-19 akan membuat tambah perasaan tak nyaman apalagi ditambahkan dengan emosi maka jalan keluar pun agak sulit untuk ditemukan.

Tetapi jangan panik, saatnya new normal berarti kita tidak ditakdirkan untuk berbulan-bulan mengalami kesedihan ini.Tinta penulis memberi solusi supportnya pada era krisis kesehatan dan ekonomi dimasa covid -19 ini dengan satu ungkapan bahwa saat raga begitu menuruti keadaan hati untuk lelah maka jiwamu tak boleh membiarkan ragamu untuk ikut sakit dan harus bangkit untuk semangat sehingga raga tetap sehat-bugar.

Keadaan semakin sulit ketika segala sesuatu tidak berjalan seharusnya sebagaimana yang kita harapkan. Inilah yang dinamakan “Masa Pendemi,” sebuah situasi genting yang mengharuskan kita untuk tetap waras selama virusnya masih berlangsung.
Sedangkan saat patah hati seyogyanya dunia akan terasa seperti dijungkir-balik.

Tidur pun tidak nyenyak, pola makan tak beraturan, kegiatan-kegiatan lainnya pun ikut berantakan bahkan bernafas pun menjadi tidak nyaman atau sesak nafas.Di masa pendemi ini atau patah hati, sekali mental kita terpental maka raga bisa ikut bebal pula sehingga taruhannya raga menjadi sakit.

Maka satu-satunya pilihan sekarang adalah harus tetap sehat, tetap kuat melewati tahapan-tahapan luka menganga di dalam hati maupun menjalani ujian covid-19 tersebut. Kita harus kebal dan semangat menghadapinya dengan tetap menjaga pikiran tetap positif, ekspresikan beban emosional dalam membentuk karya serta buatlah kesibukan yang positif.

Penulis memberi isyarat pesan dalam akhir tulisan ini bahwa suatu kehidupan tidak akan pernah kembali baik(normal) bila tanpa dilandasi perhatian (cinta) dan kepedulian (kasih-sayang), namun bisa menjadi buruk bila menggunakan nilai cinta-kasih-sayang dalam dirinya dengan rasa ketidakpedulian diri lagi.

Setiap orang mempunyai hak untuk selalu mendapatkan hidup ini dalam mencapai kebahagiaannya serta untuk pula muara kesenangannya.Saya, engkau, kita semua harus tetap sehat di masa pendemi covid-19, badai ini pasti akan berlalu sebagaimana roda matahari terbit kemudian akhirnya tenggelam juga.

Penulis : Irianto