banner 970x250
FILM, RILIS  

Satria Dewa Gatot Kaca Tayang mulai Februari 2020

Jakarta, NusantaraPos – SATRIA DEWA: GATOTKACA. Ini merupakan film pertama dari keseluruhan JAGAD SATRIA DEWA yang terdiri dari 8 (delapan) film yaitu: Gatotkaca, Arjuna, Yudhistira, Bharatayuda, Bima, Nakula Sadewa, Srikandi, dan Kurukshetra.

“SATRIA DEWA: GATOTKACA menjadi film yang pertama kami luncurkan dari rangkaian 8 film karena tokoh ini sangat populer dan relevan dengan kondisi sekarang. Tokoh yang kami buat adalah tokoh masa kini yang hadir di masa sekarang ini (bukan film periodik), yang merupakan titisan sehingga anak muda akan mudah untuk relate dengannya,” jelas Rene dalam Siaran Pers yang diterima Nusantarapos.co.id, Kamis (21/2/2019).

Di film pertamanya ini, SATRIA DEWA: GATOTKACA, SATRIA DEWA STUDIO menggandeng Caravan Studio dan MAGMA Entertainment. Chris Lie yang menggawangi Caravan Studio bertanggung jawab terhadap keseluruhan artwork dari film ini.

Sementara itu, MAGMA Entertainment dengan sutradara Charles Gozali dan produser Linda Gozali bertanggung jawab untuk memproduksi film ini sehingga siap untuk tayang di Februari 2020.

“Saya sendiri memang suka wayang, makanya bikin komik-komik wayang juga. Ketika Rene menawarkan Caravan Studio untuk bergabung di project ini, bagi saya ini sangat menyenangkan sekaligus menantang. Hal pertama yang jelas adalah, ini bukan memfilmkan wayang atau memindahkan wayang ke film tetapi wayang dan tokoh-tokohnya sebagai inspirasi dimana mereka hadir di masa kini. Sangat menyenangkan dan menantang, kan untuk membuat tokoh Gatotkaca di masa sekarang ini? Berbekal juga dengan ide cerita dari Rene Ishak (SDS), jadilah sosok Gatotkaca seperti yang anda lihat di teaser filmnya dan tempat eksebisi di Balroom XXI Djakarta Theater,” jelas Chris Lie.

“Ketika saya ditawari untuk menyutradarai SATRIA DEWA: GATOTKACA sekaligus MAGMA Entertainment yang memproduksi, tentunya saya sangat senang. Kapan lagi ada kesempatan dimana kita bisa memproduksi sebuah film drama, fantasi, action dengan inspirasi latar budaya kita sendiri yang sangat luar biasa? Justru dengan kesadaran akan budaya adiluhung itulah kami memilih mas Asaf Antariksa dan Bagus Bramanti dari Pabrik Fiksi sebagai penulis skenario di film ini. Bagaimanapun, cerita menjadi titik awal yang penting apalagi dalam menghadirkan sebuah jagad atau universe. Sudah berjalan sampai di titik ini, kolaborasi SATRIA DEWA STUDIO, CARAVAN STUDIO, dan MAGMA ENTERTAINMENT yang pasti akan menghadirkan yang terbaik untuk para fans dan penonton,” tutur Charles Gozali. (*)